Untuk Indonesia

Cabuli Keponakannya, Oknum ASN di Gorontalo Diancam Penjara 15 Tahun

Dulohupa.id- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gorontalo, diduga terlibat aksi pencabulan terhadap keponakannya sendiri. Pria berinisial KK itu dituduh mencabuli keponakannya yang masih berusia 16 tahun.

Aksinya pun ketahuan setelah korban berinisial NP, melapor ke Polres Gorontalo dan sudah melakukan visum di RS MM Dunda Limboto. 

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Muhammad Nauval saat dikonfirmasi Dulohupa.id membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan itu telah diterima pada 19 Juni 2021 dari masyarakat terkait dugaan tindak pencabulan di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. 

“Laporan tersebut sudah kami terima, dan untuk perbuatan ini pengakuan korban sejak tahun 2020, namun perlu diketahui korban ini sudah tinggal dengan terlapor semenjak tahun 2009,” ungkap Nauval saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/6) siang. 

Lebih lanjut kata Nauval, terlapor KK ini diketahui juga bekerja di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pertanian Gorontalo Utara. 

“Informasi terakhir yang kami terima bahwa terlapor adalah pegawai negeri di bidang pertanian. Ke depannya kita agendakan pemeriksaan saksi dan terlapor untuk mengetahui bagaimana modus pelaku dan berapa kali perbuatan ini dilakukan,” ungkap Nauval. 

Terakhir Nauval menyampaikan, bila terlapor dinyatakan bersalah dan mengakui perbuatannya, terlapor akan akan terancam melanggar  Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak. 

“Jika terlapor terbukti bersalah, terlapor terancam hukuman paling sedikit lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan denda berkisar Rp 5 miliar sesuai UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkas Nauval.

Reporter: Fandiyanto Pou

Comments are closed.