Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Bermasalah, Perindag Kumpul Petugas Pasar Limboto

Dulohupa.id – Diduga bermasalah, Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo kumpulkan para petugas Pasar Limboto, untuk di konfrontir guna mencari apa yang menjadi biang persoalan yang terjadi dikubu para petugas Pasar Limboto.

Saat dipertanyakan apa yang menjadi duduk permasalahan, Yuli Kasim salah satu petugas pemungut retribusi Pasar Limboto menjelaskan, dirinya apa yang menjadi alasan mereka dipecat tanpa tahu penyebabnya. Pasalnya dikatakan oleh Yuli, pemecatan terhadap dirinya beserta beberapa rekan lainnya hanya diketahui dari para pedagang, yang mengatakan bahwa menurut penyampaian dari pengelola yabg ditunjuk bahwa mereka sudah diberhentikan.

“Ini yang menjadi tanda tanya bagi kami. Kalau disampaikan langsung kepada kami dengan alasan yabg jelas mungkin kami akan bisa menerima. Tapi ini tidak disampaikan langsung, sehingga hisa menimbulkan kecuriagaan dimata orang lain mengapa kami dipecat. Apakah sudah korupsi atau¬† hal-hql lain,” ujar Yuli.

Sementara itu Indra Tolingguhu menambahkan, masalah penagihan mereka dipatok minimal 5 ribu perpedagang dengan alasan pengelola masih harus menyetor ke pihak Perindag dan Kepolisian, sementara disisi lain pemungutan retribusi ditiadakan selama tiga bulan.

“Pedagang ini sudah tahu kalu retribusi ditiadakan. Nah kalau kita diminta untuk menagih seperti itu, maka kita akan bentrok dengan pedagang. Makanya kita tetap menagih apa adanya sesuai apa yang diberikan oleh para pedagang. Tapi ini kita sudah diberikan target setiap pasar harus menyetor berapa,” tandasnya.

Menanggapi hal itu Pengelola pasar Adam Kasim menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah memaksa berapa yang harus disetorkan oleh setiap penagih. Bahkan selama tiga minggu dikatakan oleh Adam, tidak ada penagihan dan setoran.

“Masalah penagihan saya sudah kroscek langsung dilapangan, ternyata tagihan ada yang memberikan hingga Rp 30 Ribu ada yang Rp 15 Ribu. Sehingga ini pun yang menjadi tanda tanya saya. Yang harus bertanya itu saya, karena saya yang ditunjuk menjadi pengelola,” tegasnya.

Dikatakan oleh Adam, untuk persoalan ini sebenarnya merupakan persoalan internal, makanya dirinya masih akan melakukan evaluasi terutama pada para penagih.

Mewakili Kadis Perindag, Kabid Perdagangan Manto Lahili menegaskan, pihak dinas hanya melakukan mediasi guna menyelesaikan persoalan yang ada di Pasar Limboto.

Olehnya itu dirinya meminta agar konflik ini segera terselesaikan secara kekeluargaan, sehingga pengaturan pasar akan lebih baik lagi.

“Intinya kami dari dinas teknis berharap, agar persoalan ini cepat selesai. Apalagi para petugas ini masih ada huhungan kekeluargaan. Makanya saya berharap ini dibicarakan lagi secara baik-baik,” tutupnya. (Dhedy)