Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

BEM UNG Minta Gratiskan SPP Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19

Dulohupa.id– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar aksi protes terkait pembayaran SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dan UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa se-Universitas Negeri Gorontalo. BEM UNG meminta kepada Rektor untuk menggratiskan SPP dan UKT seluruh mahasiswa selama Pandemi Covid-19 terjadi.

Mahasiswa menggelar aksi protes dengan membuat spanduk-spanduk bertuliskan isi tuntutan mereka, dan memajangnya di gerbang masuk Kampus UNG. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa nampak bergantian berorasi menggunakan pengeras suara, terkait tuntutan mereka.

Aldi Ibura, Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo saat dikonfirmasi terkait aksi ini menegaskan, aksi yang dimotori oleh BEM UNG itu adalah sebuah bentuk protes dan rasa peduli mahasiswa atas beban ekonomi yang dirasakan oleh para orang tua mahasiswa, yang terkenda dampak ekonomi Covid-19.

“Semua orang tua saat ini sangat terbebani pembiayaan SPP dan UKT anak mereka yang kuliah di UNG, dan ini semua karena Covid-19, makanya kami meminta kepada pihak PImpinan Kampus UNG, untuk bisa mengeluarkan kebijakan, pembebasan SPP dan UKT untuk mahasiswa UNG, tapi tentu saja dengan beberapa kategori tertentu,” ujarnya.

Kategori mahasiswa yang diminta oleh BEM UNG untuk dibebaskan pembayaran SPP dan UKT antara lain, Mahasiswa akhir studi (angkatan tahun 2013-2016) yang tidak memiliki tunggakan kuliah, Mahasiswa yang tergolong dalam UKT 1 Dan 2, Mahasiawa /orang tua mahasiswa yang terpapar COVID19, dan kepada Mahasiswa yatim/piatu.

“Sedangkan untuk mahasiswa dengan kategori seperti, Mahasiswa Eks Bidikmisi (Angkatan2016) yang masih memiliki tunggakan kuliah, kami minta untuk diturunkan SPP dan UKTnya sebesar 75%, sementara untuk Mahasiswa angkatan 2017-2019 mahasiswa baru angkatan 2020, dipotong sebesar 50%,” tambahnya.

Lebih lanjut Aldi mengatakan, semua usulan BEM UNG itu, sudah melalui beragam kajian di tingkat mahasiswa dan berdasarkan keluhan mahasiswa yang sebelumnya disampaikan kepada BEM UNG. (DEKO)