Scroll Untuk Lanjut Membaca
KRIMINAL

Bejat, Oknum Asn Cabuli Adik Ipar Sejak TK Hingga SMP

115
×

Bejat, Oknum Asn Cabuli Adik Ipar Sejak TK Hingga SMP

Sebarkan artikel ini
ASN Cabul
SS tersangka pencabulan terhadap adik iparnya saat digiring di Polda Gorontalo.

Dulohupa.id – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi vertikal Gorontalo diringkus  Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo karena diduga tega mencabuli hingga menyetubuhi adik iparnya sendiri.

Mirisnya oknum ASN berinisial SS  40 tahun ini  diduga tega melecehkan adik iparnya selama bertahun-tahun sejak korban masih  duduk di bangku sekolah TK sampai korban sekolah di SMP, yakni sejak tahun 2005 hingga tahun 2023.

“Tersangka sendiri inisial SS usia 40 tahun laki-laki pekerjaan PNS,” ucap IPDA Dyanita Shafira, Panit 2 Subdit II Ditreskrimum Polda Gorontalo

IPDA Dyanita Shafira juga menjelaskan bahwa awal mula terjadi pelecehan saat korban berusia 5 tahun, prilaku bejat itu dilakukan oleh tersangka di rumah korban di Kota Gorontalo. yaitu pelaku melakukan pelecehan dengan cara memasukan jarinya dikemaluan korban hingga meraba payudaranya.

“Sejak korban berusia 5 tahun korban dilecehkan dengan cara dimasukan kemaluannya dengan jari tersangka dan diraba payudara dengan alasan untuk mengecek apakah ada penyakit di kedua bagian itu,” kata IPDA Dyanita Shafira

Kejadian tersebut terus berlanjut hingga korban mulai beranjak dewasa, korban kemudian pertama kali disetubuhi pada saat korban sudah duduk di bangku SMP, tidak hanya itu saat tersangka SS sudah pindah tugas ke pulau jawa, pelaku masih sering meminta korban untuk mengirimkan foto dan video dalam keadaan tidak berbusana.

Selama dilecehkan korban tidak berani melawan, selain karena mendapat ancaman juga korban tidak tega melaporkan kelakuan iparnya ke kakak kandung korban.

“Ternyata hal itu berlanjut karena pada saat itu korban belum mengerti bahwa hal itu merupakan sebuah pelecehan jadi hal itu terus berlanjut kemudian hingga korban SMP pertama kalinya korban disetubuhi oleh tersangka kemudian tersangka merekam kejadian tersebut, namun kemudian korban tidak menyadari dirinya direkam dan setelahnya tersangka mengancam korban akan mengedarkan video itu jika dia melaporkan hal yang dialaminya itu,” terang IPDA Dyanita Shafira

Karena tidak tahan menanggung beban korban pun melaporkan prilaku bejat tersangka kepada saudaranya yaitu kakak korban, sehingga keluarga korban pun melaporkannya kepada pihak kepolisian Polda Gorontalo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan assessment psikologi, korban saat ini sangat depresi adapun cara yang digunakan oleh tersangka SS untuk meminta dilayani korban yakni dengan mengelabui pikiran korban atau maintrik.

kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan atau pasal 6 C undang-undang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

banner