Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

ASN Sumbang 2,5 Persen Gaji untuk Penanganan Covid-19

Dulohupa.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, menegaskan 2.5 persen gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Gorontalo, akan dipotong untuk dijadikan sebagai kebutuhan pokok masyarakat, ditengah-tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Rusli Habibie dimana menurutnya, melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo, pembagian kebutuhan pokok bersubsidi yang diberikan kepada masyarakat, salah satunya merupakan kontribusi dari para ASN Pemprov Gorontalo.

Jika biasanya masyarakat harus menebus bahan pokok tersebut dengan harga yang sangat murah, ditengah pandemi covid 19 saat ini, Gubernur Rusli menggratiskannya dengan hasil subsidi dari potongan gaji para ASN Pemprov Gorontalo.

Dikatakan olehnya,setiap bulan gaji ASN sebanyak 2,5 persen dipotong oleh Baznas. Potongan ini kemudian digunakan untuk subsidi kebutuhan pokok masyarakat yang dibagikan ke setiap kecamatan se Provinsi Gorontalo.

”Anggarannya Baznas itu dari mana?, dari gaji PNS Provinsi yang kami potong tiap bulan. 2,5 persen. Itu terkumpul kurang lebih 750 juta tiap bulanyang kemudian kami bayarkan untuk kebutuhan pokok masyarakat, sehingga rakyat tidak perlu menebus sembako ini,” ungkap Rusli Habibie juga mensosialisasikan tentang PSBB sekaligus, penyerahan bantuan kepada 1000 KPM di Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05) belum lama ini.

Gubernur dua periode ini juga menyadari, bahwa banyak yang kehilangan pekerjaan akibat dari corona, sehingga ia selalu memperhatikan apa saja yang menjadi kebutuham rakyatnya melalui anggaran yang disediakan oleh Pemprov Gorontalo.

“Ini saja baru 4 bulan ekonomi kita sudah lumpuh karena semua anggaran diambil untuk penanganan corona ini. Untuk anggaran pertanian, perikanan, mahyani sudah saya hentikan karena perintah dari pusat diarahkan untuk bantuan sembako, JPS, alat kesehatan, masker, Gaji perawat, dokter, dan lain lain,” tandasnya.

Rusli Habibie juga tak henti-hetinya tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu patuh dengan aturan yang telah dikeluarkan, apalagi dengan masa PSBB saat ini.

“Intinya, kalau bapak ibu mengikuti anjuran pemerintah insya Allah selesai penyebaran virus Corona. Intinya kesedaran dan kepatuhan masyarakat. Selama masyarakat tidak mendengarkan apa perintah pemerintah, virus ini akan menyebar, tidak memandang tua muda, kaya miskin akan kena virus,” tutup Rusli. (*/ DP-02)