Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menggelar keterangan pers usai diterima oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, DEN melaporkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk perkembangan positif hilirisasi non-nikel, uji coba program perlindungan sosial (Perlinsos) digital, serta evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis data (evidence-based policy) guna menghadapi dinamika ekonomi global.
“Bapak Presiden tadi sangat memberikan perhatian dengan data-data ekonomi yang kami berikan. Memang berbagai masalah timbul dan mungkin timbul, namun semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable jangka panjang, sehingga dengan data-data yang lengkap ini proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan Ketua DEN dalam keterangannya.
Salah satu poin utama yang dilaporkan adalah pencapaian sektor hilirisasi yang menunjukkan pertumbuhan signifikan selama dua tahun periode pemerintahan. Selain nikel, hilirisasi komoditas lain seperti aluminium dan komponen baterai litium mencatatkan lonjakan ekspor yang pesat.
“Sampai dengan akhir tahun ini hilirisasi nikel, hilirisasi aluminium, dan hilirisasi komponen litium baterai itu nilainya akan mencapai sekitar 50 miliar dolar atau naik hampir sekitar 45% dibandingkan ekspor kita pada tahun 2024,” jelas Anggota DEN Bidang Makroekonomi, Firman.
Pemerintah juga berencana memperluas hilirisasi berbasis pertanian, seperti pengelolaan keratom dan kemenyan, yang pusat risetnya akan diresmikan di kawasan Danau Toba pada Maret tahun depan.
Dalam bidang kesejahteraan sosial, DEN melaporkan bahwa uji coba program Perlinsos digital telah mencakup seluruh kabupaten/kota di Indonesia (514 wilayah). Tercatat sebanyak 11,5 juta kepala keluarga (KK) dan 775.000 agen Perlinsos telah terdaftar dalam sistem ini. Hasil studi di Provinsi Bali menunjukkan bahwa digitalisasi ini mampu menekan exclusion error sebesar 24,1% dan inclusion error hingga 4,1%.
Selain itu, DEN memaparkan hasil kajian terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan modul survei nasional. Berdasarkan data, program ini terbukti berkorelasi positif dalam menekan angka absensi siswa dan meningkatkan semangat belajar, terutama di kalangan keluarga prasejahtera.
“Ketika kualitas menunya sangat baik, 95% siswa penerima MBG mengatakan semangat belajarnya lebih tinggi. Artinya, salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden, perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” tambah Firman.
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem seperti El Nino dan La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga tahun depan, Anggota DEN Bidang Makroekonomi dan Keuangan Internasional, Mari Pangestu, menekankan pentingnya mitigasi berbasis data spasial.
“Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, serta mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ujar Mari.
Pemerintah juga terus mematangkan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Redaksi











