Dulohupa.id – Peluang pasar internasional menjadi salah satu sasaran pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo. Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo membekali pelaku usaha dengan pengetahuan dasar ekspor melalui kegiatan Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor bagi UMKM.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026, di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, merupakan hasil kerja sama Diskumperindag Provinsi Gorontalo dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti pelatihan untuk meningkatkan wawasan dan kesiapan dalam mengembangkan pemasaran produk ke pasar internasional.
Kepala Diskumperindag Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, S.STP., M.M., secara langsung membuka kegiatan tersebut. Pelaksanaan pelatihan turut melibatkan tim dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan RI.
Dalam arahannya, Fayzal menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu diiringi dengan kemampuan membaca peluang pasar dan memperluas jaringan pemasaran. Menurutnya, pelaku usaha daerah harus mulai mempersiapkan diri agar produk yang dihasilkan memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam mendorong keberanian untuk memulai ekspor serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usaha masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan langkah pemerintah dalam mendorong UMKM agar semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga hingga ke pasar internasional. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi saja, tetapi dapat menghasilkan tindak lanjut yang nyata,” ujarnya.
Fayzal juga menggarisbawahi pentingnya membangun keyakinan pelaku UMKM terhadap potensi produk lokal. Ia menilai, produk asal Gorontalo memiliki peluang untuk dikenal lebih luas apabila didukung kualitas yang baik, kesiapan usaha yang memadai, serta pemahaman terhadap mekanisme perdagangan ekspor.
“Mari kita bangun keyakinan bersama bahwa produk UMKM Gorontalo tidak hanya mampu bersaing di daerah sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan di tingkat global,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami tahapan yang perlu ditempuh untuk memulai ekspor, termasuk mempersiapkan usaha dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan serta persyaratan pasar internasional.
Kolaborasi antara Diskumperindag Provinsi Gorontalo dan Kementerian Perdagangan RI menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengembangan UMKM daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pemasaran, dan membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.
Diskumperindag Provinsi Gorontalo terus mendorong agar UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi di pasar domestik, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam perdagangan global. Dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan ekspor, produk unggulan Gorontalo diharapkan semakin dikenal luas serta memiliki daya saing di pasar internasional.
Redaksi Enda/Gilang Diskumperindag











