Dulohupa.id – Dalam rangka menekan angka penyebaran penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), satuan tugas (Satgas HIV-AIDS) laksanakan razia di sejumlah penginapan dan kos-kosan di wilayah Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (3-4/10/2026).
Dalam kegiatan itu, tujuh lokasi di datangi pihak petugas. Melalui Camat Kota Timur, Frangki Dulialo mengatakan razia tersebut yaitu untuk melakukan tes pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat disejumlah lokasi yang didatangi.
“Malam ini kita menyasar atau pemeriksaan kesehatan, khususnya pemeriksaan HIV dan AIDS. Saya selaku Ketua Satgas di Kecamatan Kota Timur bersama KPA Kota Gorontalo, kemudian unsur terkait, Polsek Kecamatan Kota Timur dan puskesmas, yaitu melakukan tes pengecekan HIV-AIDS di wilayah Kecamatan Kota Timur,” ujar Frangki kepada Dulohupa.
“Kita turun di sejumlah kelurahan dan ada beberapa sampel yang kami lakukan. Dan tentunya kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan HIV dan AIDS di Kota Gorontalo,” lanjutnya.
Jelas Frangki, di wilayahnya sendiri saat ini angka penyebaran HIV-AIDS kurang lebih sejumlah 20 orang. Karenanya, razia pengecekan dan pemeriksaan kesehatan ini tak lain sebagai upaya pemerintah dalam menekan angka penyebarannya.
“Sebagaimana kita ketahui sesuai data bahwa di Kecamatan Kota Timur itu ada 20 orang yang dalam HIV. Dan tentunya razia atau pelaksanaan layanan mobile pemeriksaan HIV dan AIDS ini dilakukan sekalian untuk sosialisasi juga kepada masyarakat atas pentingnya menjaga kesehatan,” jelasnya.
Frangki berharap, dari kegiatan malam itu bisa menghasilkan sesuai yang diharapkan. Juga tak lain, agar masyarakat bisa ter sosialisasikan terkait pentingnya menjaga kesehatan.
“Dan harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar, ini merupakan hasil turun lapangan malam ini di berbagai lokasi seperti hotel dan kos-kosan, Alhamdulillah mendapat respon yang positif dari masyarakat atau pengunjung,” ucap Frangki.
“Dan Alhamdulillah hasil juga sudah kita dapatkan, tentunya data ini tidak dapat di-publish dan tentunya ini diperahasiakan (antar petugas dan individu tersebut),” pungkasnya.
Reporter: Yayan











