Dulohupa.id – Harapan masyarakat Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, untuk memiliki akses jalan yang lebih layak mulai memasuki tahapan baru. Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kini mendorong agar pembangunan akses Tulabolo-Pinogu dapat mulai bergerak pada 2027.
Sebelumnya, pembangunan akses tersebut direncanakan masuk tahap pelaksanaan pada 2028. Namun, dukungan pemerintah provinsi membuka peluang percepatan sehingga pemerintah daerah kini menyiapkan berbagai persyaratan agar pembangunan bisa direalisasikan lebih awal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan percepatan tersebut tidak terlepas dari koordinasi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dengan pemerintah pusat, termasuk dalam upaya mendapatkan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang direncanakan akhir 2028, insyaallah akan dipercepat menjadi 2027 untuk action,” ujar Iwan saat mendampingi Gubernur Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Selasa (29/9/2026).
Menurut Iwan, pemerintah pusat nantinya diarahkan memberikan dukungan melalui skema Jalan Inpres Daerah yang pelaksanaannya berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jalan Nasional.
Namun, percepatan tersebut membutuhkan kesiapan pemerintah daerah. Pemkab Bone Bolango harus melengkapi sejumlah dokumen teknis sebelum pembangunan dapat memasuki tahapan berikutnya.
Salah satunya yakni mengubah status Jalan Tulabolo-Pinogu yang saat ini masih berstatus non-status menjadi jalan kabupaten.
Dinas PUPR-PR Bone Bolango akan melakukan survei terhadap kondisi jalan dan jembatan. Pemerintah daerah juga akan mempercepat penyusunan feasibility study (FS), Detail Engineering Design (DED), serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
“Ini tantangan kami semua untuk menyiapkan persyaratan dan dokumen teknis yang merupakan kewajiban kita,” jelas Iwan.
Pemprov Gorontalo dan Pemkab Bone Bolango juga sepakat berkolaborasi dalam pembiayaan penyusunan FS, DED dan AMDAL.
Dokumen tersebut menjadi bagian penting untuk memperpanjang kerja sama pembangunan akses jalan antara Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dengan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sekaligus menjadi dasar untuk adendum peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu.
Kerja sama pembangunan akses jalan tersebut diketahui akan berakhir pada Agustus 2027. Pemerintah daerah pun menargetkan seluruh persyaratan teknis dapat diselesaikan sebelum batas waktu tersebut.
Di sisi lain, pembangunan nantinya akan mengubah dimensi jalan secara signifikan. Akses yang saat ini memiliki lebar sekitar 2 meter direncanakan diperbesar menjadi 6 meter, terdiri dari 5 meter badan jalan dan 1 meter bahu jalan.
Lebar tersebut menyesuaikan rekomendasi teknis Balai TNBNW. Sebelumnya, pemerintah daerah mengusulkan lebar jalan mencapai 7 meter.
Untuk kebutuhan pembangunan, estimasi awal Dinas PUPR-PR Bone Bolango mencapai sekitar Rp348 miliar. Nilai tersebut masih dapat berubah setelah DED selesai disusun pada awal 2027.
Bagi pemerintah daerah, percepatan pembangunan jalan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat Pinogu yang selama puluhan tahun menantikan infrastruktur transportasi yang lebih layak.
“Ini adalah dukungan luar biasa untuk masyarakat Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Kita berharap ini menjadi bagian penting untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Pinogu, karena memang sudah lama ditunggu-tunggu sejak puluhan tahun. Harapan masyarakat tidak lain adalah jalan, jalan, dan jalan,” pungkas Iwan.











