Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Direktur RS Ainun Habibie Bantah Tudingan Perselingkuhan, Ungkap Kronologi Didatangi Polisi

×

Direktur RS Ainun Habibie Bantah Tudingan Perselingkuhan, Ungkap Kronologi Didatangi Polisi

Sebarkan artikel ini
Direktur RS Ainun
Suasana konferensi pers terkait klarifikasi terkait tudingan dugaan perselingkuhan Direktur RS Ainun Habibie. Foto/Dulohupa

Gorontalo – Direktur Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie, dr. Fitriyanto Rajak membantah tudingan bahwa dirinya digerebek bersama seorang perempuan yang disebut sebagai selingkuhannya di salah satu rumah kawasan perumahan di Kota Gorontalo.

Klarifikasi tersebut disampaikan Fitriyanto dalam konferensi pers, Kamis (17/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi tim kuasa hukumnya, yakni Hijrah Lahaling, Rizka Umar, Haritsa, dan Rickyanto J. Monintja.

Fitriyanto menegaskan bahwa, perempuan bernama Rini Pembengo yang berada di rumah tersebut merupakan stafnya di rumah sakit sekaligus mitra kerja dalam sejumlah kegiatan usaha.

“Saya tegaskan, saya sama sekali tidak punya hubungan khusus dengan yang bersangkutan. Hubungan saya dengan beliau semata-mata hanya hubungan kerja,” kata Fitriyanto.

Menurutnya, perempuan tersebut merupakan staf rumah sakit yang juga menjadi mitra kerja dalam usaha yang dirintis bersama sejumlah rekannya.

Fitriyanto kemudian menjelaskan kronologi kedatangan sejumlah petugas mengaku polisi ke rumah tersebut sekitar pukul 02.00 WITA. Ia mengaku saat itu sedang tertidur setelah sebelumnya mengikuti pertemuan melalui Zoom hingga sekitar pukul 23.00 WITA dan kemudian mengonsumsi obat.

“Saya sudah tertidur karena efek minum obat. Saat itu aparat sudah mengetuk pintu. Saya buka pintu dan langsung tanya, ‘Dari mana, Pak?’ Jawabannya, ‘Kami dari Polres,’” ujar Fitriyanto.

Direktur Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie, dr. Fitriyanto Rajak bersama istrinya Yuniar Kurniawaty.

Ia mengatakan petugas datang untuk mencari Rini, perempuan yang sebelumnya berada di dalam kamar. Fitriyanto mengaku langsung mempersilakan petugas masuk dan menunjukkan kamar lainnya, tempat Rini berada.

“Saya bilang silakan masuk. Ibu Rini ada di kamar itu. Saya langsung ketuk, ‘Ibu Rini, ini ada suaminya cari, sudah dengan aparat,’” tuturnya.

Setelah Rini keluar dari kamar, kata Fitriyanto, petugas kemudian meminta izin untuk memeriksa bagian dalam rumah, termasuk kamar tersebut.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada hubungan khusus antara dirinya dan Rini.

“Dengan ibu ini saya tidak ada hubungan apa-apa, murni hanya sebatas hubungan kerja di rumah sakit dan juga merupakan tim support dalam usaha yang kami lakukan bersama rekan-rekan,” katanya.

Fitriyanto juga meluruskan informasi mengenai status rumah yang disebut sebagai lokasi kejadian. Ia mengatakan rumah tersebut merupakan rumah miliknya bersama sang istri, Yuniar Kurniawaty.

Rumah itu, menurutnya, tidak ditempati sebagai rumah tinggal sehari-hari, melainkan digunakan sebagai tempat berkumpul atau base camp oleh staf rumah sakit dan karyawan tempat usaha milik Fitiyanto. Menurutnya, rumah tersebut kerap digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk kegiatan usaha bersama rekan-rekannya. Bahkan, aktivitas di rumah tersebut terkadang berlangsung hingga malam atau pagi hari.

“Ini adalah rumah saya bersama istri saya yang kemudian kami jadikan base camp bersama teman-teman,” ujar Fitriyanto.

RS AInun
Rini Pembengo saat membantah adanya tudingan selingkuh dengan Direktur RS Ainun Habibie. Foto/Dulohupa

Sementara Rini Pembengo, perempuan yang berada di rumah tersebut, juga membantah tudingan perselingkuhan yang dialamatkan kepadanya dan Fitriyanto.

Rini menjelaskan bahwa dirinya sudah berada di rumah tersebut sejak sekitar pukul 14.00 WITA karena timnya bersama seseorang bernama Syukri telah lebih dahulu melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

Setelah sempat pulang dan berbelanja, Rini mengaku kembali ke rumah tersebut sekitar pukul 21.00 WITA. Ia mengatakan dirinya tengah memiliki persoalan rumah tangga dengan suaminya. Rini mengaku selama sekitar dua minggu terakhir mendapat ancaman dari suaminya, termasuk ancaman rumahnya akan dibakar.

“Saya selama dua minggu terakhir ini diancam. Diancam rumah saya akan dibakar,” ungkap Rini.

Rini mengatakan dirinya dan suami telah pisah ranjang selama sekitar dua tahun, namun hingga kini belum resmi bercerai. Karena khawatir terjadi sesuatu di rumahnya di Limboto, Rini mengaku meminta izin kepada Fitriyanto untuk menginap di rumah tersebut.

“Saya khawatir nantinya pada saat saya di rumah di Limboto dibakar oleh suami saya. Saya sudah persiapkan di dalam mobil baju dinas dan semua berkas-berkas. Maka saya diizinkan untuk menginap,” katanya.

Rini kemudian mengaku masuk ke salah satu kamar sekitar pukul 21.30 WITA dan beristirahat. Ia mengatakan tidak mengetahui apa yang terjadi setelah dirinya tidur hingga sekitar pukul 02.00 WITA ketika mendengar suara ketukan.

“Yang saya tahu pada saat jam 2 malam, ada yang ketuk-ketuk jendela dengan pintu. Saya kaget, ada petugas yang datang,” ujarnya.

Menurutnya, suaminya juga datang bersama aparat saat malam itu. Ia curiga bahwa suaminya yang melapor dan menudingnya selingkuh dengan Direktur RS Ainun Habibie. Namun, hal itu dibantah keras oleh Rini. Ia juga mengaku sempat diintimidasi polisi agar mengaku perselingkuhan yang tidak pernah dilakukannya.

Sementara itu, Yuniar Kurniawaty, istri Fitriyanto, turut memberikan klarifikasi terkait keberadaan Rini di rumah tersebut.

Yuniar mengatakan keberadaan Rini di rumah itu bukan sesuatu yang tidak diketahuinya. Menurut dia, suaminya sebelumnya telah menyampaikan bahwa Rini akan menginap di rumah tersebut.

Yuniar juga menjelaskan bahwa rumah itu memang digunakan sebagai tempat berkumpul dan menampung orang-orang yang membutuhkan fasilitas untuk berbagai kegiatan.

“Rumah tersebut tidak kami tempati, tapi kami peruntukkan untuk tempat menampung apabila ada kegiatan atau aktivitas yang memerlukan tempat yang bisa kita fasilitasi,” jelas Yuniar.

Menurutnya, rumah tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan suaminya, tetapi juga untuk aktivitas anak-anak mereka, keluarga dari luar daerah, serta kolega.

Ia mengatakan keberadaan laki-laki maupun perempuan di rumah tersebut bukan hal yang baru baginya selama aktivitas yang dilakukan merupakan kegiatan keluarga, pekerjaan, maupun usaha.

“Sehingga bukan menjadi hal yang baru untuk saya ketika di rumah itu ada aktivitas-aktivitas, baik ada tim kerja, laki-laki atau perempuan. Itu semuanya sepengetahuan saya,” katanya.

Yuniar juga mengaku sempat melakukan video call dengan suaminya hingga menjelang pukul 22.00 WITA pada malam kejadian. Menurutnya, saat itu Fitriyanto dalam kondisi kurang sehat.

“Saya tahu suami saya sakit saat itu. Beliau pada saat itu memang kondisinya sedang flu berat dan sudah minum obat,” ujarnya.

Yuniar menegaskan dirinya mengenal Rini sebagai staf Fitriyanto sekaligus pengelola salah satu unit usaha keluarga mereka. Ia juga membantah adanya dugaan perselingkuhan dalam rumah tangganya.

“Saya dan suami sudah menikah 24 tahun, tidak ada terendus jika suami saya selingkuh. Ini benar fitnah kami dalam keluarga kami,” kata Yuniar.

Ia berharap persoalan tersebut tidak menimbulkan keretakan dalam keluarganya.

“Semoga saya dan suami sakinah mawaddah warahmah dan tidak ada keributan, apalagi sampai bercerai,” tutupnya.

Hingga saat tim kuasa hukum masih menunggu pemanggilan dari pihak kepolisian jika ada laporan terhadap kliennya.

Reporter: Enda