Dulohupa.id – Memasuki hari ketiga, Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap kecelakaan speedboat yang hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah terus dilakukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Heriyanto di Kota Gorontalo, mengatakanTim SAR gabungan memfokuskan pencarian terhadap satu korban yang masih dinyatakan hilang yakni Nakhoda Speed Boat atas nama Ferdiansyah (29).
Pada proses, tim mengerahkan Armada RIP 03 Marisa serta speedboat milik Quantum untuk menyisir area yang telah dipetakan. Kendati demikian, hingga sore hari pelaksanaan operasi SAR masih menunjukkan hasil nihil.
Kondisi cuaca di lapangan menjadi faktor utama penyebab terkendalanya penyisiran. Gelombang laut tercatat cukup tinggi mencapai 2 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 30 knot. Cuaca yang kurang bersahabat tersebut memaksa tim di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama proses pencarian.
Hingga saat ini, belum ditemukan tanda-tanda atau petunjuk mengenai keberadaan korban. Benda-benda pendukung seperti jaket pelampung (life jacket) yang dikenakan korban maupun barang-barang lainnya belum ada yang mengapung di sekitar lokasi pencarian.
“Tim di lapangan belum menemukan tanda-tanda ataupun petunjuk seperti jaket pelampung yang digunakan korban atau barang-barang lainnya yang mengapung dipermukaan laut” jelas Heriyanto, Senin (27/7/2026).
Sebagai langkah perkuatan, Basarnas berencana menggerakkan kapal skala lebih besar, yaitu KN SAR 216 dari Gorontalo pada esok pagi.
“Kapal tersebut akan langsung menuju titik area yang diperkirakan menjadi lokasi ditemukannya korban guna memaksimalkan penyisiran hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi” tutupnya.
Sebelumnya pada Sabtu (25/07/2026), tim gabungan berhasil menemukan 12 korban dalam keadaan selamat yakni 11 Wisatawan asing dan satu awak kapal. Mereka awalnya berangkat dari Tojo Una-una Sulawesi Tengah menuju Marisa Pohuwato, tapi dalam perjalanan dihantam ombak tinggi. Akibatnya lumbung kapal Speed Boat mengalami kepatahan. Beruntung para korban menemukan rakit di tengah laut, hingga akhirnya mereka dievakuasi. Namun sayangnya, Nakhoda kapal hingga saat ini belum juga ditemukan.
Redaksi











