Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINELINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Kadis LHK Dorong Transisi Ekonomi Hijau di Gorontalo Melalui Penurunan Emisi

×

Kadis LHK Dorong Transisi Ekonomi Hijau di Gorontalo Melalui Penurunan Emisi

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Hijau
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, S.STP, MM. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pendekatan ekonomi hijau menjadi isu yang semakin kencang disuarakan di tataran global yang diharapkan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Salah satu solusi untuk mewujudkan ekonomi hijau yakni menurunkan emisi karbon akibat perubahan iklim semakin terasa karena meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan pemanasan global yang mengancam kehidupan manusia. Eksploitasi sumber daya secara berlebihan serta penggunaan energi yang tidak berkelanjutan mempercepat degradasi lingkungan dan memperburuk krisis iklim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, S.STP, MM mengatakan, kebijakan emisi karbon di Indonesia lahir sebagai bagian dari strategi nasional untuk menyeimbangkan dua hal, yakni pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dengan begitu, kebijakan ini bukan hanya memberi tekanan, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berbasis keberlanjutan.

Ia memaparkan untuk mengurangi emisi karbon, misalnya lakukan efisiensi energi di rumah dengan menggunakan lampu hemat energi dan mematikan alat elektronik saat tidak digunakan. Pengurangan emisi juga dapat memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, mendukung program penghijauan dan daur ulang, serta banyak menanam pohon produktif.

Fayzal juga menekankan perubahan pola pikir masyarakat agar lebih menghargai hubungan antara manusia dan lingkungan, menciptakan harmoni antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian alam.

“Ini yang harus kita dorong terus bagaimana konsep ekonomi hijau dapat diwujudkan di Gorontalo untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, seperti menekan tingkat polusi, menjaga keberlanjutan sumber daya, dan menjaga kelestarian alam,” tegas Fayzal saat ditemui usai kegiatan Kick Off RBP REDD+ GCF yang digelar di Hulontalo Balroom, Senin (27/10/2025).

Fayzal menerangkan, hari ini Pokja Provinsi Gorontalo mulai membahas terkait Result Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation ( REDD) Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Gorontalo. Kick off ini bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Wahana Mitra Mandiri.

“Kick Off ini untuk memperkuat program penurunan emisi di Indonesia, khususnya di Gorontalo dalam mengendalikan perubahan iklim,” ujarnya.

Kegiatan itu rencananya akan dilakukan pelatihan penghitungan cadangan karbon bagi staf KPH yang akan dilaksanakan selama 2 hari yakni pada tanggal 28 sampai 29 Oktober 202, serta persiapan aksi proklim bersama mitra kolaborasi.

Dinas LHK juga akan memfasilitasi kegiatan aksi penanaman yang berkolaborasi dengan program penurunan emisi provinsi yang dilaksanakan pada tanggal 30 oktober 2025, pengadaan alat dan perlengkapan patroli, serta pengadaan alat dan perlengkapan pemadam kebakaran di semua KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan).

“Seluruh pihak dapat menjadikan momentum ini sebagai awal yang kuat dalam mewujudkan Gorontalo yang hijau, tangguh, dan rendah emisi,” tegas Fayzal.

Reporter: Enda