Dulohupa.id – Yahya Ahmad atau biasa disapa Bapu Pali Nune tak kenal lelah menjalani kehidupannya dengan cara berdagang sapu lidi keliling. Lansia 71 tahun itu merupakan warga desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Ditemui di perempatan lampu merah jalan Jendral Sudirman Kota Gorontalo, Bapu Pali mengaku sudah berdagang sapu lidi sejak tahun 1980-an.
“Ba jual sapu ini dari belum kawin, dari tahun 80an ba jual, baru bajalan, ba pikul,” ujar Pali kepada Dulohupa, Rabu (22/10/2025).
Ia menceritakan, meski saat ini telah berdagang sapu lidi menggunakan sepeda, namun sepeda tersebut bukanlah miliknya.
“Baru ini sepeda bukan saya punya. Bo ada saya pe taman so ba bili motor, baru dia kase pinjam ini (sepeda), sampe sekarang ada pinjam ini,” ucapnya.
Untuk menjajakan sapu miliknya, Bapu Pali biasanya harus mengayuh sepeda tua itu hingga berkilo-kilo meter. Pagi-pagi buta hingga hari memasuki malam, ia pantang menyerah untuk menopang ekonomi keluarga. Bapu Pali tinggal bersama istri tercinta dan dua orang cucunya di desa Dutohe.
“Biasanya turun itu (jualan sapu lidi) masih subuh jam 4, pulang biasa sampai dirumah so jam 8 malam, atau kalau so abis (sapu lidi) somo pulang,” tuturnya.
Lansia 71 tahun itu mengaku dalam seminggu dirinya bisa turun 3 sampai 4 kali, itupun berpindah-pindah tempat. Biasanya ia membawa sampai 30 buah sapu lidi.
“Kadang habis kadang juga tidak. Alhamdulillah, yang penting biar sadiki (laku) itu asal halal yang saya dapat,” ucap Bapu Pali Nune.
Ia menjual sapu lidi miliknya diharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Sapu lidi yang dijualnya bukanlah buatan dia, melainkan dibeli dari pengrajin sapu lidi dan kembali dijualnya.
Reporter: Yayan











