Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
KAB. GORONTALOLINGKUNGANPEMKAB GORONTALO

Mapala UMGo – Pemkab Gorontalo Tanam Pohon di Bantaran Sungai Terdampak Erosi

×

Mapala UMGo – Pemkab Gorontalo Tanam Pohon di Bantaran Sungai Terdampak Erosi

Sebarkan artikel ini
Sungai
Penanaman Pohon di bantaran sungai di Kelurahan Hutu'o, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Daerah aliran sungai menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dan dilindungi dari berbagai kerusakan. Sayangnya tak sedikit aliran sungai yang kini kian tergerus dan tercemar.

Daerah aliran sungai yang berada di Kelurahan Hutu’o, Kecamatan Limboto misalnya yang kini terdampak erosi serta dipenuhi serakan sampah plastik rumah tangga.

Melihat kondisi ini, Mapala Mohuyula Universitas Muhamadiyah Gorontalo menginisiasi gerakan peduli lingkungan sekaligus sebagai rangkaian peringatan hari lingkungan hidup.

Kondisi bantaran sungai sungai yang kerap longsor akibat erosi membuatMapala Mohuyula bersama sejumlah penggiat lingkungan seperti Walhi, Dana Nusantara, kelompok pemuda hingga pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar aksi nyata dengan melakukan penanaman pohon kayu serta bambu dan pembersihan sampah plastik rumah tangga. Gerakan ini menjadi upaya dalam menekan kerusakan lingkungan yang kian meluas.

Bersihkan Sampah
Aksi Bersih Sampai di pinggor Sungai. Foto/Duohupa
Tanam Pohon di Sungai
Penanaman Pohon di bantaran sungai di Kelurahan Hutu’o, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo yang terdampak erosi. Foto/Dulohupa

Ketua panitia pelaksana Rahmat Dani mengatakan, gerakan ini akan dilaksanakan jangka panjang dan bertahap sebagai langkah pemulihan daerah bantaran sungai. Khususnya sungai yang mengalir ke wilayah danau Limboto, sehingga harus menjadi perhatian lebih dalam menjaga ekosistem yang ada.

“Sebenarnya mekanisme dalam kegiatan ini panjang, selama 1 tahun program yang akan kita jalankan dan kita fokuskan di bantaran sungai Kelurahan Hutu’o. Nanti ada beberapa titik yang akan kita amati berdasarkan jarak sampai dengan adanya perubahan prilaku di sekitar masyarakat sampai dengan nanti muaranya itu di Danau Limboto. Sehingga dalam 1 tahun itu akan kita petakan perubahan apa saja yang terjadi,” Jelas Ketua pelaksana kegiatan, Rahmat Dani.

Sementara itu, Asisten 3 Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Haris Tome mengaku sangat mengapresiasi gerakan yang digelar Mapala Mohuyula. Bukan hanya kegiatan ceremony namun ini menjadi langkah nyata yang seharusnya dilakukan semua pihak di Kabupaten Gorontalo dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

“Ini aksi nyata yang kemudian menyesuaikan dengan visi Kabupaten Gorontalo yang hari ini bicara terkait restorasi berkemajuan dan berkelanjutan. Kegiatan ini jadi salah satu restorasi alam untuk masa depan kita semua. Melakukan perubahan itu tidak hanya menjaga atau mencegah kerusakan, tapi juga memulihkan yang sudah rusak,” Ungkap Asisten 3 Pemkab Gorontalo, Haris Tome.

Kedepan, gerakan seperti ini diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak dan unsur masyarakat dengan hal hal kecil seperti mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Haris Tome menegaskan, persoalan lingkungan hidup bukan hanya dikerjakan oleh pemerintah daerah, namun menjadi tanggungjawab bersama.

Redaksi