Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINELINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Saka Wanabakti/Kalpataru Siap Sukseskan Peran Saka Nasional 2025 di Gorontalo

×

Saka Wanabakti/Kalpataru Siap Sukseskan Peran Saka Nasional 2025 di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Peran Saka Nasional
Foto bersama usai pelantikan pengurus Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru Provinsi Gorontalo masa bakti 2025-2030. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Ketua majelis pembimbing Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru tingkat Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka yang baru dilantik bersama pengurus mengaku siap menyukseskan Penyelenggaraan Peran Saka Nasional 2025 yang rencananya akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo.

Seperti diketahui Peran Saka Nasional 2025 adalah kegiatan perkemahan besar bagi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka) dari seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Gorontalo pada 2–9 November 2025. Kegiatan ini betujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan karakter kepramukaan para peserta Pramuka Penegak dan Pandega agar menjadi generasi muda yang berdaya saing dan mampu menjadi agen perubahan.

Saka

Fayzal mengajak suksesnya kegiatan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana, tetapi seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ajang nasional yang mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai daerah dalam rangka penguatan keterampilan dan kontribusi nyata melalui Satuan Karya (Saka).

Ia juga meminta pengurus Saka Wanabakti dan Kalpataru terlibat penuh dan saling bersinergi untuk menyukseskan agenda nasional ini.

“Kesuksesan Peran Saka adalah keberhasilan bersama. Kita harus menunjukkan bahwa Gorontalo mampu menjadi tuan rumah yang profesional dan berkesan,” ujar kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo itu.

Peran Saka Nasional 2025 di Gorontalo diperkirakan akan diikuti oleh 5.722 orang peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Sehingga Peran Saka Nasional 2025 diharapkan akan memberi dampak positif bagi Gorontalo, khususnya dalam peningkatan ekonomi daerah. UMKM dan pasar tradisional diproyeksikan akan hidup dengan penjualan produk lokal selama kegiatan berlangsung.

Reporter: Enda