Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANLINGKUNGAN

Lima Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

×

Lima Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
erupsi-abu-vulkanil-gunung-ruang-dulohupa.id-
Letusan gunung ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara Foto: Istimewa

Dulohupa.id – Abu vulkanik merupakan partikel-partikel kecil yang dilepaskan oleh gunung berapi selama erupsi. Partikel-partikel ini terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kadang-kadang gelas vulkanik yang terbentuk selama proses erupsi gunung api.

Beberapa gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2) dapat terbawa dalam abu vulkanik, bahkan bisa menyebabkan hujan asam.

Abu vulkanik memiliki sifat keras, abrasif (mengikis), dan tidak larut dalam air. Itulah sebabnya abu dari letusan gunung berapi dapat memiliki dampak buruk jika terhirup atau masuk ke dalam tubuh.
Dilansir dari beberapa sumber berikut beberapa dampak abu vulkanik bagi kesehatan :

1.Gangguan Pernafasan

Umumnya, dampak abu vulkanik berkaitan dengan gangguan pernapasan seperti bronkitis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emfisema, dan penyakit paru-paru jangka panjang.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, mengiritasi paru-paru, dan memperburuk kondisi pernapasan bagi individu yang sudah menderita penyakit-penyakit tersebut. Ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, sesak napas, dan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan.

2. Bahaya bagi Bayi, Balita, dan Lansia

Kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia dapat mengalami kerusakan paru-paru akibat paparan gas dan abu vulkanik.

3. Masalah Penglihatan

Iritasi mata, perasaan seolah-olah ada partikel yang masuk ke mata, mata merah, pembengkakan kantong mata, dan kornea lecet atau tergores.

Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan abrasi kornea, yaitu tergoresnya kornea. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kornea.

4. Iritasi Kulit

Selain karena sifat abrasifnya, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi kulit karena bersifat asam.
Beberapa ciri iritasi kulit akibat paparan abu vulkanik termasuk kulit terasa gatal, bengkak, kemerahan, serta munculnya bercak ruam yang panas atau perih.

5. Silikosis
Silikosis merupakan kondisi yang disebabkan oleh akumulasi silika di dalam tubuh karena terpapar debu silika yang umumnya berasal dari abu vulkanik. Komplikasi silikosis termasuk penyakit jaringan ikat, kanker paru-paru, fibrosis masif progresif, kegagalan pernapasan, dan  tuberkulosis.

Paparan silika dalam waktu yang lama dapat menyebabkan cedera dan pembentukan jaringan parut di paru-paru. Tanpa penanganan yang cepat, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan paru-paru yang serius dan bahkan kematian.

Reporter Indah