Gorontalo – Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota diminta perhatikan 5 indeks pembangunan pemuda (IPP). Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyusunaan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jum’at (1/12/2023).
Rakor turut dihadiri oleh Ketua Tim Penyusun RAD Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Pimpinan OPD dan instansi vertikal.
Kepala Dispora, Wahyudin Katili menjelaskan, 5 domain IPP tersebut terdiri dari pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi. Menurutnya, ini menjadi hal penting dalam menunjang penyusunan RAD.
“Yang pertama itu, domain pendidikan. Pendidikan itu sifatnya membutuhkan intervensi jangka panjang dan perubahannya tidak didapatkan dalam satu-dua tahun. Oleh karena itu, program yang harus kita selesaikan dalam waktu pendek, menengah, dan panjang kita tuangkan dalam RAD,” kata Wahyudin.
Baca Juga:
Pemprov Gorontalo Ingatkan Bahaya Pneumoni untuk Anak
Uang Logam Rp500 dan Rp1000 ini Tak Berlaku lagi, Segera Tukar!
Lebih lanjut, Wahyudin menambahkan indeks kesehatan dan kesejahteraan turut diperhatikan. Di Provinsi Gorontalo sendiri, indeks ini sudah cukup meningkat. Hal tersebut terjadi karena adanya Peraturan Daerah (Perda) yang melarang aparaturnya untuk merokok, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan.
“Domain yang ketiga berkaitan dengan angka pengangguran dan lowongan kerja. Ini kan urusannya agak panjang, maka harus ada Dinas Ketenagakerjaan,” lanjut Wahyudi.
Sementara domain yang keempat, berkaitan dengan tingkat partisipasi dan kepemimpinan, serta yang terakhir, gender dan diskriminasi yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Olehnya, ia meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3PA) untuk saling bersinergi memaksimalkan peran merek menuntaskan isu-isu tersebut.
Adv/Diskominfotik











