Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMPROV GORONTALO

Dinas LHK Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Pemaparan Dokumen Progres RHL

×

Dinas LHK Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Pemaparan Dokumen Progres RHL

Sebarkan artikel ini
Rapat Pemaparan Dokumen Progres RHL
Rapat Pemaparan Dokumen final progres RHL Provinsi Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Sebagai langkah untuk mengukur keberhasil program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo menggelar rapat pemaparan final dokumen progres RHL di Provinsi Gorontalo.

Rapat tersebut dilaksanakan pada, 25 Oktober 2023 dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka beserta seluruh jajaran UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Dimana, dokumen final tersebut akan dipaparkan langsung oleh masing-masing wilayah KPH yang ada di Provinsi Gorontalo.

Fayzal Lamakaraka mengungkapkan bahwa di akhir program tahun 2023, dinas LHK harus dipacu dengan penyusunan berbagai dokumen yang salah satunya adalah dokumen progres RHL. Dokumen tersebut kemudian digunakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program RHL yang telah berjalan selama ini.

“Kalau memang program itu punya nilai manfaat yang bagus, perubahan ekonomi masyarakat yang ada di tapak, maka program ini harus kita genjot, pertahankan dan kita lanjutkan. Tapi kalau memang program ini hanya sekedar sebagai penggugur kewajiban atau hanya sekedar mengejar penyerapan anggaran dan tidak punya nilai manfaat ekonomi untuk masyarakat, maka itu perlu kita pertimbangkan,” Jelas Kadis LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, Rabu (25/10/2023).

Kepala dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka
Kepala dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka saat Rapat Pemaparan Dokumen final progres RHL Provinsi Gorontalo. Foto KrisDulohupa

Dirinya juga menjelaskan bahwa disamping pemerintah provinsi memprogramkan kegiatan tersebut,  terutama yang berada di luar kawasan hutan dan yang berada dalam kawasan hutan menjadi kewenangan pusat. Oleh karena itu, program tersebut harus dievaluasi, dimana dalam pemaparan dokumen final ini termasuk yang dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.

“Intinya kita ingin menilai sejauh mana keberhasilan dari program RHL di Gorontalo, baik yang ada di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. Sehingga ini akan menjadi dokumen yang akan kita laporkan ke Kementerian,” Ujarnya.

Fayzal juga menegaskan bahwa data-data di lapangan bukan hanya sekedar dilaporkan, namun pengambilan data dilapangan juga dilakukan oleh tim ahli yang berasal dari perguruan tinggi serta melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pecinta lingkungan yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Sedikit saya menggambarkan, RHL itu kalau jatuh ke kelompok yang benar-benar menseriusi dan sangat memperhatikannya, akan sangat besar dampak ekonominya. Dan itu terjadi di setiap KPH, ada kelompok yang benar-benar konsen melalui kelompok tani hutan. Secara umum kita lihat ini sangat besar dampaknya terhadap masyarakat dan punya nilai ekonomi. Memang bicara soal kehutanan itu, hasilnya tidak se instan yang dipikirkan masyarakat, manfaatnya bisa kelihatan setelah tahun ke 4 dan ke 5. Oleh karena itu, kita terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak yang baik dari program RHL ini,” Jelas Fayzal.

Kris/adv