Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Dokter Forensik Polri Sampaikan Hasil Visum Luar Jenazah Briptu RF

×

Dokter Forensik Polri Sampaikan Hasil Visum Luar Jenazah Briptu RF

Sebarkan artikel ini
Visum Briptu RF
Dokters Puslabfor Mabes Polri, AKBP Wahyu Widayati . Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Meskipun pihak keluarga menolak jenazah Briptu Rully Firmansyah (RF) dilakukan autopsi, Dokter Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan visum luar jenazah di rumah sakit Bhayangkara Polda Gorontalo pada Minggu (26/3/2023) kemarin.

Dokters Puslabfor Mabes Polri, AKBP Wahyu Widayati mengungkapkan, sejumlah pemeriksaan visum luar dilakukan kepada Briptu RF. Pertama dari pakaian korban, Briptu RF menggunakan pakaian dua lapis. Pakaiannya berlubang terasa keras dan terbakar.

“Lubang pakaian itu bekas tembakan yang dilakukannya sangat dekat atau menembakkannya dengan cara tempel,” jelas AKBP Widayati dalam konferensi pers yang digelar Polda Gorontalo pada Minggu malam, (26/3/2023).

Visum Briptu RF
Jenazah Briptu RF saat dimasukan ke mobil usai diperiksa di ruang Forensik Rumah sakit Bhayangkara Polda Gorontalo pada Minggu (26/3/2023). Foto/Dulohupa)

Sementara pada kulit dada sebelah kiri Briptu RF terdapat satu lubang tembakan dan mengenai jantung bagian atas. Pada dada sebelah kiri juga terdapat seperti moncong lingkaran selebar setengah sentimeter.

“Stempel moncong itu adalah senjata yang digunakan untuk menembak diri,” sambungnya.

Kemudian belakang punggung Briptu RF memiliki luka tembak keluar karena peluru tidak bersarang pada tubuh korban.

“Memang saya tidak berada di TKP, tapi tim Inafis melakukan olah TKP menyampaikan kursi tempat korban bersandar ada bekas lubang tembakan,” ucap Widayati.

Ia juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban seperti luka lecet atau memar. Memang ada warna biru tapi itu lebam mayat, bukan memar luka. Lebam mayat itu muncul setelah meninggal, sehingga darahnya mengendap.

Kemudian dari hasil olah TKP Inafis Polda Gorontalo tidak menemukan kerusakan mobil dari bagian luar. Sehingga Forensik Mabes Polri menyimpulkan bahwa tidak ada pertikaian dalam mobil.

“Jika ada pertikaian, pasti ada luka-luka perlawanan, tapi kami periksa tidak ada. Di tangan korban ada darah, setelah dibersihkan tidak ada luka,” jelasnya.

“Menurut asumsi saya bahwa, jarak waktu kematian korban akan lebih cepat karena tembakan mengenai dada dan tembus ke jantung,” pungkas Dokter Forensik Mabes Polri.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak polda Gorontalo menduga bahwa Briptu RF bunuh diri dengan menggunakan senjata miliknya di dalam mobil dinas. Adapun motif sementara korban bunuh diri karena masalah asmara dengan kekasihnya.

Reporter: Enda