Dulohupa.id – Akhir-Akhir ini harga telur ayam di pasaran bervariasi mulai dari hari Rp 30.000 perkilogram hingga pada harga Rp 32.400 perkilogram.
Varian Harga tersebut berdasarkan data nasional yang belum lama ini telah dirilis di media, dan kini mulai menjalar di penjuru indonesia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Victor Asiku menerangkan bahwa adanya varian harga telur ayam tersebut dikarenakan harga pakan ayam yang kerap naik.
“Ada imbas dari kenaikan yang cukup signifikan di harga pakannya. Kemudian permintaan juga tinggi,” kata Viktor.
Kata Victor, Komoditas peternak telur di Kabupaten Gorontalo terbatas. Sementara permintaan itu terlalu tinggi apalagi di bulan Agustus kemarin, banyak masyarakat maupun pemerintah melaksanakan kegiatan yang bisa jadi faktornya juga.
“Nah permintaan itu tinggi. Sedangkan posisi komoditas peternak kita di sini masih pada konsisi yang awal. Belum ada penambahannya. Saya melihatnya dari faktor-faktor tadi,” jelas Victor Asiku.
Lanjut Victor, Sejauh ini pihaknya juga terus memonitoring beberapa pasar yang ada di Kabupaten Gorontalo, khususnya di pasar Limboto. Ditemukan bahwa permintaan itu melambung tinggi, namun stoknya yang terbatas.
“Untuk menekan itu, mau tidak mau penjual juga harus menaikan harga. Saya pikir bukan hanya berlangsung di daerah, melainkan juga ini secara Nasional,” beber Victor Asiku.
Sebelum Pemerintah Pusat mengesahkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), beberapa bahan pangan sudah lebih dulu naik hinga saat ini.
Reporter: Herman Abdullah/Dulohupa











