Dulohupa.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Selasa 30 Agustus malam, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Akibatnya sekitar 1000 jiwa terdampak yang tersebar di empat kecamatan dan sembilan desa.
Kepala Dinas Sosial Pohuwato, Ramon Abdjul mengaku banjir tahun ini adalah yang terparah, sebab menurutnya ada beberapa wilayah yang tidak pernah terdampak banjir tahun ini kena dampaknya.
“200 KK (kepala keluarga) dan kurang lebih 1000 jiwa terdampak, itu data sementara. Tahun ini yang terparah, sebab wilayah yang tidak pernah terdampak, kali ini terdampak banjir,”ungkap Ramon Abdjul, saat ditemui di dapur umum penanganan banjir, Rabu (31/8/2022).
Saat ini kata Ramon, tim gabungan Dinas Sosial, BPBD, Tagana, Basarnas, dan TNI-Polri sudah berada di masing-masing wilayah yang terendam banjir dan juga Dinas Perumahan dan Permukiman Umum (Perkim) sudah berada di lokasi wilayah yang terdampak tanah longsor, guna membuka akses jalan yang tertimbun material longsor.
“Tim gabungan sudah berada di masing-masing wilayah yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir, ada juga Dinas Perkim sudah berada di wilayah yang terdampak tanah longsor, mereka mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun dan mengevakuasi satu mobil yang terbawa material longsor tersebut,”sambungnya.
Dari pantauan Dulohupa.id genangan air akibat banjir pun belum surut dan masih menggenangi beberapa wilayah, seperti ruas jalan trans Marisa, dan sejumlah rumah warga yang berada di Desa Teratai pun masih terendam, dan juga kantor Samsat pun ikut terdampak, akibatnya pelayanan dipindahkan secara mobile.

Ramon pun menjelaskan, tim gabungan selama tiga hari kedepan akan membuka dapur umum, dan dirinya juga akan meminta bantuan tim Satpol-PP untuk membersihkan rumah warga di sebagian wilayah yang menyisahkan lumpur akibat banjir.
“Dapur umum akan kita mulai hari ini, mungkin paling cepat tiga hari, sambil kita juga melaksanakan kegiatan penanganan, seperti, penyedotan air, dan pembersihan rumah warga,”tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani











