Dulohupa.id – Seorang anggota Brimob Bripda D-R di Wamena, Papua tewas dibacok Orang Tak Dikenal (OTK) pada Sabtu (18/6/2022).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa menjelaskan, peristiwa ini bermula saat senior korban, AKP RM mengajak Bripda DR untuk menembak seekor sapi di Distrik Napua, Wamena, sekitar pukul 15.20 WIT. Ajakan ini awalnya datang dari permintaan warga kemudian disetujui AKP RM.
Setelah melancarkan tembakan ke target, AKP RM lantas pergi melakukan pengecekan meninggalkan Bripda DR sendiri.
“Kemudian datang 2 orang dengan menggunakan parang membacok Bripda DR menggunakan senjata taj,” ungkap Kombes Ahmad.
Diketahui Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu juga merampas dua senjata api (senpi) milik petugas.
Polda Papua bersama Polres Jayawijaya telah membentuk Tim khusus untuk mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan anggota Brimob di Wamena meninggal dunia.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei A. B., SE kepada awak media di Polres Jayawijaya usai melakukan olah TKP, Minggu (19/06/2022) sore.

Kapolres menjelaskan bahwa Minggu sore, pihaknya bersama tim dari Polda Papua yang sudah dibentuk atas perintah Kapolda Papua datang ke wilayah Jayawijaya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga merampas dua Senpi milik anggota Brimob. Terkait dengan itu, pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga untuk langkah-langkah yang sudah kita ambil.
“Kemudian selanjutnya kita langsung menuju ke TKP untuk melihat kejadian yang sebenarnya, nanti dari situ akan dikaitkan dengan BAP yang diberikan keterangan oleh para saksi yang ada di TKP pada saat itu, setelah itu nanti kita cocokkan untuk diakumulasikan apakah ada persesuaian antara keterangan dari para saksi kemudian dirangkaikan dengan bukti yang ada di TKP. Kalau itu sudah sesuai maka akan kita ramu untuk meningkatkan penyidikannya seperti apa,” jelas Kapolres
Kapolres menambahkan terkait pelaku perampasan ini hingga saat ini tim yang sudah dibentuk untuk melakukan pengejaran masih melakukan penyelidikan di lapangan. Kemudian langkah-langkah selanjutnya kami juga melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk dapat menenangkan warga.
Terkait kejadian ini dan diharapkan para pelaku juga dapat mengembalikan senjata yang dirampas melalui tokoh dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap motif para pelaku.
“Terkait olah TKP tadi melibatkan dari tim dari Polda Papua dan Polres Jayawijaya. Terkait saksi-saksi hingga saat ini kita sudah periksa 5 orang saksi terkait kasus ini yang direncanakan akan ada 6 orang saksi yang kita periksa,” imbuh Kapolres Jayawijaya.
Sumber: Polda Papua











