Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Anak-Anak Jualan Keripik Hingga Larut Malam, Bukan Warga Kota Gorontalo?

×

Anak-Anak Jualan Keripik Hingga Larut Malam, Bukan Warga Kota Gorontalo?

Sebarkan artikel ini
Seorang anak saat menjajakan jualan pada pengunjung warkop di malam hari/Yunita Humola
Seorang anak saat menjajakan jualan pada pengunjung warkop di malam hari/Yunita Humola

Dulohupa.id- Fenomena eksploitasi anak kian marak. Hingga larut malam, anak-anak di bawah umur masih terlihat di tempat-tempat keramaian di Kota Gorontalo untuk menjajakan makanan ringan.

“Setiap malam memang selalu ada anak-anak yang datang bajual krepek di sini. Babaku ganti kamari dorang, abis satu pulang ada poli yang laeng datang kamari. Tidak tau darimana kamari dorang (Setiap malam selalu ada anak-anak yang datang jualan keripik di sini. Mereka datang bergantian. Tidak tau darimana asal mereka),” ungkap salah satu karyawan warkop yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Zulfianto salah satu pengunjung tetap di warkop tersebut mengatakan, cukup resah dengan keberadaan penjual-penjual kecil tersebut. Penyebabnya adalah terkadang  anak-anak tersebut memaksa orang untuk membeli jualan mereka.

“Cukup resah sih. Tak jarang mereka memaksa bahkan berkata kasar jika kita tidak membeli. Namun, kasihan juga,” tuturnya.

Sayangnya, anak-anak ini rupanya selalu bungkam ketika ditanya tentang asal dan hal-hal lain tentang mereka. Meski begitu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPKB-P3A), Nulika Melati Soeparman menegaskan, pihaknya telah mengusut masalah ini sebelumnya. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka bukan berdomisili di Kota Gorontalo.

“Setelah kita selidiki, mereka berdomisili di Limboto dan Telaga. Sempat ditahan, akan tetapi kita tidak punya kewenangan karena mereka adalah penduduk Kabupaten Gorontalo,” ungkap dia. 

Nurlita menambahkan, pihaknya juga sudah melaporkan kepada dinas dan polres yang berwenang untuk menindaklanjuti hal ini. Lebih lanjut, dia mengecam perilaku oknum-oknum yang mengeksploitasi anak-anak, apalagi oleh orangtuanya sendiri.

“Kewajiban orang tua untuk mencari nafkah bukan anak-anak. Di jam-jam seperti itu seharusnya mereka di rumah, istirahat atau belajar. Orang tua seharusnya memperhatikan tumbuh kembang anaknya, bukan malah mengeksploitasinya,” tandas Nurlita.

Reporter: Yunita Humola