Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Ini Hasil Investigasi BPOM Terhadap Penyebab Keracunan Napi Lapas Gorontalo

×

Ini Hasil Investigasi BPOM Terhadap Penyebab Keracunan Napi Lapas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
BPOM Gorontalo.FOTO/Wawan Akuba

Dulohupa.id- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo sejauh ini masih melakukan investigasi penyebab 110 Napi Lapas Kelas II A Gorontalo keracunan. 

Sejauh ini, BPOM bersama Dinas Kesehatan Kota Gorontalo melakukan uji laboratorium terhadap dua jenis makanan yang saat itu dikonsumsi Napi saat berbuka puasa, yakni bubur ayam dan kue. 

“Dari hasil investigasi teman-teman BPOM Gorontalo dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, sampel yang diduga adalah bubur ayam. Yang menyediakan bubur menurut informasi disiapkan pada pukul 10 pagi dan kemudian dikemas pada pukul 14 siang dan dikonsumsi saat berbuka puasa,jadi dugaan kuat kami mengerucut pada bubur ayam,” ungkap Agus Yudi, Kepala BPOM Gorontalo, Senin (17/4). 

Meski begitu, belum diketahui bahan berbahaya apa yang terkandung dalam bubur ayam tersebut, sehingga menyebabkan para Napi keracunan. 

“Ada beberapa parameter uji yang kami periksa baik kimia maupun mikrobiologi. Bahwa hasil uji kimia salah satunya logam berat dan hasilnya negatif, jadi keracunan bukan karena pencemaran kimia. Yang kedua hasil uji mikrobiologi dan hasilnya masih negatif,” ungkap Yudi.  

Hingga saat ini Bpom gorontalo masih terus melakukan uji laboratorium dan masih  mendalami jenis  bahan berbahaya yang terkandung dalam bubur ayam.

“Namun sampai sekarang kami masih berusaha mendalami dan mempertajam lagi uji mikrobiologi apa yang menyebabkan racun tersebut,namun kecurigaan kami adalah sebagian besar kami duga akibat faktor kebersihan yang tidak terjaga,” tutup agus yudi prayudana.

Sebelumnya, 101 warga binaan Lapas Kelas II A Gorontalo menjadi korban keracunan makanan pada Minggu malam, (9/5) kemarin. Dari jumlah tersebut, 49 dilarikan ke RS. Meski begitu, saat ini seluruh Napi telah dikembalikan ke lapas, karena menunjukan kondisi yang baik.

Reporter: Abdi Nugroho