Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIPERISTIWA

Harga Beras Petani Gorontalo Anjlok, Distan: Perbaiki Kualitas

×

Harga Beras Petani Gorontalo Anjlok, Distan: Perbaiki Kualitas

Sebarkan artikel ini
Penggilingan padi/FOTO: Faisal Husuna

Dulohupa.id- Keluhan petani terkait harga beras anjlok karena beras impor, direspon langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mulyadi D Mario. Kepada dulohupa.id ia mengungkapkan, bahwa memang pihaknya tidak bisa membendung masuknya beras impor, karena terkait dengan kebutuhan masyarakat. 

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memperbaiki kualitas beras yang diproduksi, agar mampu bersaing dengan beras impor tersebut. 

Ia pun menuturkan, bahwa memang selama ini, petani di Gorontalo kerap mengabaikan kualitas beras yang mereka produksi. Sering kali katanya, hanya mengejar dedak padi dan mengesampingkan kualitas berasnya. Ia mencontohkan misalnya, sepuluh karung gabah, harusnya dedaknya hanya bisa satu karung, agar kualitas berasnya bagus. Namun, oleh petani di Gorontalo, sepuluh karung gabah, dedaknya hingga mencapai lima karung. 

Kualitas beras petani Gorontalo juga menurut Mulyadi, terpengaruh dengan adanya sistem transaksi yang salah. Misalnya soal bagi hasil beras antara petani dengan pemilik gilingan, yang mencapai 10 hingga 12 persen. 

“Harusnya dirubah, pemilik gilingan sekarang jangan bagi hasil dengan petani seperti itu, harusnya dia beli gabah sehingga dia bertanggung jawab terhadap beras yang dihasilkan begitu,” ungkap Mulyadi belum lama ini. 

Gorontalo saat ini kata Mulyadi, memiliki 693 unit gilingan. Dari jumlah itu, sebanyak 64 gilingan merupakan bekerja dengan dua pass atau dua siklus, sementara sisanya bekerja dengan sistem satu siklus. Itupun kata dia, unit gilingan itu ada di masing-masing kabupaten dan kota. Karena itu, ia pun meminta pemerintah melakukan pembinaan terhadap pengelola gilingan tersebut. 

“Harusnya teman-teman dinas di kabupaten kota ini mendorong perbaikan gilingan. Karena izinnya ada di mereka begitu,” tambahnya. 

Ia juga mengimbau kepada dinas terkait di masing-masing kabupaten dan kota, untuk turun mendampingi dan melakukan pembinaan. Bahkan katanya, setiap unit gilingan harus memiliki SOP (Standar Operasi Prosedur).

“Ya, kalau saya mengimbau petani dan pemilik gilingan harus mau merubah diri sekarang, jangan lagi bagi hasil gilingan. Kedua, pemilik gilingan jangan hanya mengejar dedaknya, tapi ngejar beras yang berkualitas,” pintanya.

Reporter: Faisal Husuna