Dulohupa.id- Menjelang hari perayaan malam Tumbilotohe, harga minyak tanah di Pasar Limboto, Kabupaten Gorontalo mencapai naik sekitar 15 persen atau Rp 2 ribu per liter.
Purwadi Botutihe (33) pedagang minyak tanah asal Kelurahan Kayubulan mengatakan, kenaikan itu karena adanya kenaikan di pangkalan minyak tanah Gorontalo.
“Harga sebelumnya minyak tanah kami (pedagang) jual mulai dari Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu, tapi sekarang kami naikan per liternya Rp 15 ribu. Karena pangkalan juga naik harganya, kami juga ikut juga,” kata Purwadi kepada Dulohupa.id saat ditemui di Pasar Limboto, kamis (6/5) siang.
“Sekarang itu per liter dia Rp.15 ribu, satu liter setengah Rp.23 ribu, untuk satu galon sendiri dia sampai Rp 375 ribu dan satu botol aqua sedang hanya Rp 12 ribu,” tambahnya.
Ia pun mengungkapkan, bahwa kenaikan jelang Tumbilotohe memang wajar terjadi, mengingat tingginya permintaan akan minyak tanah.

“Alhamdulillah saya berjualan mulai dari pukul 06.00 WITA sampai sekarang sudah banyak warga untuk membeli. Kalau hari biasanya saya hanya stok minyak 100 liter, tapi kalau mendekati malam Tumbilotohe begini saya stok sampai 500 sampai 1000 liter dalam seminggu,” jelas Purwadi.
Senada dengan itu, secara terpisah Kabid Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Mila Pakaya mengatakan, bahwa memang menjelang malam Tumbilotohe, banyak pedagang dan pembeli yang mencari bahan bakar minyak tanah. Bututnya kata dia, harga minyak tanah di Gorontalo naik. Harga standar untuk minyak tanah itu sendiri berkisar dari Rp 10 ribu sampai Rp.12 ribu per liter.
“Harga naik ini pastinya dilihat juga banyak permintaan pedagang dan meningkatnya pembeli untuk kebutuhan di bulan suci ramadhan kali ini. Seperti, bahan bakar untuk kompor sumbu, dan juga pastinya untuk persiapan malam pasang lampu. Harga juga sekarang masih terhitung cukup untuk para pembeli saat ini,” tutupnya.
Reporter: Fandiyanto Pou











