Dulohupa.id – Dosen korban pengeroyokan oleh oknum mahasiswa Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), membantah pernyataan salah seorang mahasiswa UNG yang mengatakan, bahwa dirinya datang ke sekretariat mapala teknik dan langsung marah-marah.
Dosen yang belakangan diketahui bernama Taufik Zulfikar tersebut mengungkapkan. Kedatangannya tersebut hanya untuk menegur orang yang meneriakinya di jalan. Namun karena pelaku lari dan masuk ke dalam kampus UNG, maka ia sebagai dosen merasa perlu untuk menegur kedua orang tersebut.
“Jadi jangan katakan saya tiba-tiba datang langsung marah-marah. Jadi saya tanya dulu, saya bahkan kasih penyampaian. Kau mahasiswa? mahasiswa mana yang mabuk mabukan? Kau jangan kasih malu UNG, saya bilang begitu,” kata Taufik mengulang apa yang ia katakan sebelum insiden pengeroyokan kepadanya Minggu (29/11).
Terkait dengan tuduhan terkait pemukulan terhadap dua orang yang diduga mahasiswa tersebut, korban mengatakan, bahwa ia bukan memukul, melainkan mendorong orang tersebut karena mencoba adu fisik dengannya.
“Dia maju maju (ke arah saya). Saya dorong pake tangan, dia jatuh temannya ikut campur. Nah dia kan posisinya waktu itu mabuk, jadi taulah bagaimana orang mabuk,”
“Jadi tidak benar kalau saya datang ke sana marah-marah. Jadi pas masuk kampus itu, saya tidak langsung mukul,” tegas Zulfikar lagi.
Sebagai dosen kata Zulfikar, tentunya ia merasa terpanggil ketika melihat mahasiwa UNG yang memiliki sikap yang kurang baik. Apalagi mempertontonkan sikap tersebut di depan publik.
“Secara logika kalau dia masuk kampus, berarti dia mahasiswa kan. Nah jiwa dosen saya itu muncul, karena saya pikir saya ini dosen loh mengajarkan ke mahasiswa untuk punya etika yang baik. (tapi ini) kok teriak-teriak di jalan,” tutup Zulfikar.
Reporter : Redaksi Dulohupa.id











