Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

27 Desa Jadi Lokus Stunting di Kabupaten Bone Bolango

Dulohupa.idStunting, atau masalah gagal tumbuh pada anak Bayi Lima Tahun (Balita) masih menjadi momok bagi perkembangan anak di wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Bone Bolango. Sedikitnya 27 desa di Kabupaten Bone Bolango ditetapkan sebagai zona merah sesuai analisis situasi yang dilakukan oleh Bappeda-Litbang Bone Bolango belum lama ini. Mengantisipasi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan menjadikan 27 desa tersebut, sebagai Lokus (Lokasi Fokus) pengendalian Stunting di tahun 2021 mendatang.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan Lokus Stunting tahun 2021 di Kabupaten Bone Bolango yang dibuka secara resmi Asisten III Setda Iwan Mustapa, di Aula Kantor Bappeda-Litbang Bone Bolango, belum lama ini. Meski data mengenai 27 desa yang menjadi zona merah stunting masih bersifat sementara, pemerintah tetap akan melakukan upaya pencegahan, dengan menerapkan program pengendalian stanting di Lokus Stunting tersebut.

“Dengan ditetapkannya desa lokus stunting saat ini, maka seluruh OPD dan desa dapat mengarahkan program kegiatan di tahun 2021 kepada desa lokus stunting yang menjadi sasaran yang telah ditetapkan, sebagai upaya konvergensi dan percepatan pencegahan stunting di daerah itu,” ujarnya.

Sementar itu, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Bone Bolango, Basir Noho mengungkapkan, penetapan Lokus Stunting hanyalah satu dari sekian banyak agenda, yang telah disusun dan direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, untuk menekan angka Stunting di Bone Bolango.

“Aksi 1 konvergensi stunting ini merupakan momentum awal dari 8 aksi konvergensi stunting yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango.” Ungkapnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama itu, selain dihadiri oleh para pimpinan OPD di Bone Bolango, Rapat yang digelar secara virtual itu juga dihadiri oleh sejumlah unsur terkait. Diantaranya, Sam Larobu selaku Team Leader Regional 5 Iney Ditjen Bina Bangda, Kemendagri, serta perwakilan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo. (*/Erik)