Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANNASIONALPERISTIWA

10 Desa di Nunukan Dihantam Banjir, 533 Rumah Terendam Air

127
×

10 Desa di Nunukan Dihantam Banjir, 533 Rumah Terendam Air

Sebarkan artikel ini
nunukan
Foto udara dampak banjir di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantam Utara, Selasa (19/1) (F. Humas BNPB)

Dulohupa.id– 533 unit rumah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara terendam banjir, Selasa (19/1). Banjir terjadi akibat dari meluapnya sungai Sembakung, yang terbentang di Kabupaten Nunukan. 2.752 warga Nunukan menjadi korban akibat banjir ini.

Sedikitnya 10 desa, Masing-masing, Desa Atap, Bagu, Labuk, Pagar, Tujung, Bungkul, Desa M, Desa Tagul, Lubukan, Pelaju, Tepian, dan Desa B terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 100 Centimeter itu.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kerugian akibat bencana itu. Antaranya, 533 Unit rumah, 1 unit masjid, 1 unit posyandu, 1 unit pustu , 115 hektar lahan sawah, hingga 2 hektar lahan kebun terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menginformasikan, Pendataan sekaligus persiapan sarana dan prasana pengungsian seperti dapur umum tengah berlangsung.

BPBD Kabupaten Nunukan juga memantau kondisi terkini banjir sudah mulai berangsur surut. Namun apabila terjadi hujan kembali debit air berpotensi akan kembali naik. Oleh karena itu, BPBD juga melakukan evakuasi warga terdampak banjir dan memberikan imbauan agar warga lebih waspada akan potensi kenaikan debit air sungai yang setiap waktu bisa terjadi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Nunukan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Olehnya, BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dihimbau memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah tinggalnya melalui aplikasi InaRisk.