Untuk Indonesia

Bersih-Bersih Pantai, Mapala Reksa Wana UNG Temukan Banyak Sampah Plastik

Dulohupa.id- Resah terhadap kondisi pantai di Gorontalo, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Reksa Wana Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berinisiatif melakukan aksi bersih-bersih pantai.

Pantai yang mereka bersihkan salah satunya pantai yang menjadi tempat wisata. Mirisnya, dalam aksi bersih-bersih tersebut, para mahasiswa ini menemukan banyak plastik di sepanjang bibir pantai Kurenai, Bone Bolango.

I Komang Kris Kamisma selaku Ketua Adat Mapala Reksa Wana menuturkan, bahwa dalam agenda bersih-bersih tersebut, pihaknya banyak memungut sampah yang berbahan plastik. Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan, sebab plastik merupakan salah satu bahan yang sulit sekali terurai.

“Fakta ini semakin membuka mata kita, bahwa memang kita (masyarakat) banyak menggunakan hal-hal yang berkemasan plastik. Masalahnya adalah, plastik-plastik ini mencemari lingkungan dan sangat sulit sekali terurai. Lihat saja plastik-plastik yang kami pungut tadi, itu banyak kemasan plastik yang merupakan produk lama,” kata Kris sambil menunjukan kemasan plastik yang ia temukan.

Menurut Kris, konsumsi masyarakat terhadap produk berkemasan plastik, mengakibatkan membludaknya jumlah sampah plastik di lingkungan. Apalagi, plastik  yang bukan berasal dari senyala biologis, menjadikannya sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik setidaknya membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna.

“Kami mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak membuang sampah sembarangan. Makanya kami akan terus melakukan sosialisasi. Kegiatan ini tak luput dari suport Universitas Negeri Gorontalo dan dosen-dosen yang ada di ruang lingkup Fakultas Hukum UNG,” kata Kris.

Lanjut Kris, ada setidaknya 30 orang anggota mapala yang diturunkan dalam agenda bersih-bersih tersebut.

“Melalui kegiatan ini kami pun berharap dinas-dinas terkait dapat selalu memberikan suport kepada aksi-aksi lingkungan yang memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarkat,” harap Kris memungkasi pernyataanya.

Reporter: Jebeng

Comments are closed.