Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINE

1 Jam Jadi 17 Jam: Gelombang Tinggi Gagalkan Perjalanan 11 WNA ke Marisa

×

1 Jam Jadi 17 Jam: Gelombang Tinggi Gagalkan Perjalanan 11 WNA ke Marisa

Sebarkan artikel ini
Gelombang Tinggi
Gelombang tinggi menghantam sebuah speedboat di perairan terbuka. Kondisi cuaca buruk dan ombak besar menjadi ancaman serius bagi keselamatan pelayaran. Foto: Ilustrasi

Dulohupa.id – Jarak tempuh dari Pelabuhan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah ke Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo hanya sekitar 1 jam perjalanan menggunakan speedboat.

Namun perjalanan 11 Warga Negara Asing (WNA) dan 2 awak kapal pada Jumat (24/7/2026) justru memakan waktu hampir 10 jam dan berakhir tragis akibat cuaca buruk. Speedboat yang mereka tumpangi patah dan tenggelam di Perairan Teluk Tomini.

Patah di Tengah Laut Pukul 21.00 WITA

Berdasarkan informasi, speedboat bertolak dari Tojo Una-Una sekitar pukul 10.00 WITA  dan dijadwalkan tiba di Marisa sekitar pukul 11.00 WITA.

Namun hingga sekitar pukul 21.00 WITA, mereka masih berada di tengah Teluk Tomini, dan kapal dihantam gelombang tinggi. Dalam kondisi laut malam yang gelap gulita, speedboat tidak mampu bertahan dan akhirnya patah.

“Akibat cuaca buruk, sekitar Pukul 21.00 WITA kapal yang ditumpangi 11 WNA dan dua awak kapal itu dihantam gelombang tinggi yang mengakibatkan kapal yang mereka tumpangi patah dan tenggelam,” ungkap Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, http://S.Adm., Sabtu (25/7/2026).

12 Orang Selamat, Nahkoda Hilang

Dalam kondisi panik, 12 penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan meraih salah satu rakit yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun nahkoda kapal atas nama Ferdiansyah terpisah. Jarak pandang yang tertutup kabut tebal membuat 12 korban lainnya tidak bisa melihat keberadaan nahkoda.

Setelah 17 jam terombang-ambing di lautan lepas, 12 penumpang akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan pada Sabtu (25/7/2026) pukul 14.00 WITA di wilayah Teluk Tomini. Seluruh korban selamat kemudian dievakuasi ke Tojo Una-Una.

Laporan Hilang Kontak

Hingga sore hari, speedboat tak kunjung tiba di Marisa. Karena khawatir, pemilik kapal di Tojo Una-Una melaporkan kejadian ini sebagai kapal hilang kontak ke Basarnas Gorontalo.

Menerima laporan tersebut, Basarnas Gorontalo langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian di Perairan Teluk Tomini.

Hingga saat ini, pencarian terhadap nahkoda Ferdiansyah masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan Basarnas Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Operasi pencarian akan dilakukan selama 7 hari sesuai prosedur yang berlaku.

Reporter : Hendrik Gani
Editor   : Enda