Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALOKESEHATAN

Warga Talumelito Khawatir adanya Pembangunan Pengolahan Limbah B3 

×

Warga Talumelito Khawatir adanya Pembangunan Pengolahan Limbah B3 

Sebarkan artikel ini
Pengolahan Limbah B3
Kepala Desa Talumelito, Wilson Harun Yantu Saat Mendampingi Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Gorontalo Ke Lokasi Pembangunan Pengolahan Limba B3 Didesa Talumelito, Telaga Biru, Gorontalo/Ist

Dulohupa.id – Masyarakat desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo merasa khawatir adanya pembangunan lokasi pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pasalnya, pembangunan pembuangan limbah tersebut akan dibuat di desa setempat.

Hal ini disampaikan oleh kepala Desa Talumelito, Wilson Harun Yantu. Menurutnya masyarakat masih sedikit ragu dengan pembangunan tempat pengolahan limba medis tersebut.

“Terkait dengan pembangunan tempat pembuangan limbah B3 yang berlokasi di desa Talumelito, pada prinsipnya masyarakat bukan tidak suka. Tapi yang menjadi kendala dimasyarakat, kira-kira bagaimana pengolahannya kedepan, apakah berdampak ataukah tidak,” papar Wilson.

Dampak limbah B3 sangat berbahaya, jika dalam penanganannya tidak tepat. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak negatif ke masyarakat.

Baca Juga: 

KPK Tinjau Progres Pembangunan Unit Pengelolaan Limbah B3 di Gorontalo

Momen Haru, Bocah SD di Pohuwato Temui Ibunya dalam Penjara

Seperti diketahui dampak limbah B3 bagi manusia dapat berupa penyakit seperti kanker dan penyakit degeneratif non kanker seperti penyakit ginjal. Contoh lainnya adalah kandungan merkuri pada produk make-up tertentu yang bisa merusak kulit dan memicu kanker kulit.

Menurut Kades Talumelito, dalam mengatasi kekhawatiran masyarakat maka perlu dilakukan sosialisasi yang menyeluruh agar masyarakat setempat dapat memahaminya dengan jelas.

“Ini perlu dilakukan sosialisasi lagi, penyampaian ke masyarakat terkait setelah dibangun (tempat pembuangan limba B3), bagaimana pengolahannya sesuai perhitungan AMDAL-nya,” ujar Wilson kepada media.

Masyarakat perlu disosialisasikan juga terkait analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dari limbah B3 tersebut, sehingga masyarakat paham akan hal itu.

“Karena ada kalimat beracunnya, itu yang dikhawatirkan sehingga perlu ada sosialisasi yang berulang-ulang,” tagas Wilson.

Dirinya juga berharap, harus ada perbandingan pengolahan limba B3 dengan ditempat lain, agar pengolahan yang ada di Gorontalo (desa Talumelito) dapat berjalan dengan baik dan tepat.

Reporter: Yayan