Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKOT GORONTALO

Walikota Optimis Bakal Lahirkan 2000 Penghafal Al-Quran di Kota Gorontalo

×

Walikota Optimis Bakal Lahirkan 2000 Penghafal Al-Quran di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Penghafal Al-Quran
Wali Kota Gorontalo Marten Taha bersama tokoh masyarakat dan Yayasan AT- Tammish Kecamatan Sipatana. (Foto/Diskominfo)

Dulohupa.id – Walikota Gorontalo, Marten Taha Optimis akan melahirkan setidaknya 2000 hafiz dan Hafizah penghafal Al-Quran Di Kota Gorontalo melalui program-program-program Keagamaan.

Sebutan Gorontalo sebagai Kota Serambi Madinah menjadi salah satu motivasi dan dorongan untuk bagaimana kedepan pemerintah dapat menciptakan masyarakat dan generasi yang dikenal melalui prestasi dibidang Keagamaan.

Salah satu hal paling mendasar yang akan menjadi tantangan dan misi Pemerintah Kota Gorontalo adalah dapat melahirkan generasi yang mampu menunjukkan prestasi dalam menghafalkan Al-Qur’an. Meskipun telihat sederhana, namun hal tersebut dapat menjadi sebuah Kebanggaan tersendiri untuk Kota Gorontalo.

Marten Taha selaku Walikota Gorontalo, Menilai bahwa pelaksanaan kegiatan tadarus Al-Qur’an merupakan sebuah bentuk konkret dari Program pemerintah.

“Kita berupaya secara sadar dan penuh semangat untuk mewujudkan daerah ini agar anak-anak hafal dan hatam dengan Al-Qur’an. Ini sudah menjadi program kami dalam menggali dan mendorong semangat anak-anak untuk bisa menunjukkan prestasinya dibidang Keagamaan seperti ini,” Ungkap Marten.

Sebelumnya, pemerintah Kota Gorontalo telah melakukan seleksi terhadap kurang lebih 1.700 hafiz dan Hafizah, yang kemudian diseleksi untuk diambil 90 orang terbaik. Pemerintah Kota Gorontalo terus melakukan pembinaan sepanjang tahun.

“Memang target kami setiap tahun itu minimal ada 2000 hafiz dan Hafizah yang akan diwisudah. Mereka penghafal Al-Qur’an baik 1 juz, 2 juz atau bahkan ada yang sampai 30 Juz. Itu ada di Kota Gorontalo, yang rata-rata mereka sekolah di Madrasa. Nah itu yang patut menjadi kebanggaan untuk kita semua,” Ujarnya.

Walikota Gorontalo itu juga berharap kedepan banyak sekolah maupun yayasan yang mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas baik dari pengetahuan umumnya maupun ilmu agamanya.

“Kegiatan seperti itu perlu didorong untuk membentuk mental dan spiritual, mereka harus berakhlak. Sebab oranh cerdas namun tak mempunyai integritas itu akan jauh lebih berbahaya daripada orang bodoh,” Tutup Marten.

Reporter: Kris