Untuk Indonesia

Update Gempa Sulbar: Pasar Tradisional dan Toko Mulai Buka

Dulohupa.id- Sejumlah pasar tradisional dan toko di Sulawesi Barat (Sulbar) kini telah buka. Sebelumnya, tempat-tempat vital tersebut tutup karena gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang sejumlah wilayah Sulbar. Pembukaan tempat-tempat belanja ini menadakan aktivitas perekonomian di Sulbar mulai bergerak meski belum sepenuhnya.

Tenri Abeng Manggabarani, relawan #pelukSulbar kepada Dulohupa.id mengungkapkan, bahwa memang aktivitas perekonomian pasca bencana gempa bumi di Sulbar berangsur membaik, tapi belum sepenuhnya pulih seperti sediakala.

“Pasar tradisional dan toko memang sudah ada beberapa yang buka, hanya saja belum semuanya,” tutur Tenri.

Meski begitu, tempat-tempat tersebut belum menjual semua kebutuhan. Hanya berupakebutuhan pokok seperti ikan dan sayur-sayuran.

“Pasar yang buka hanya menjual kebutuhan pokok seperti ikan dan sayur, itupun hanya sebagian kecil saja. Dan perekonomian belum sepenuhnya pulih masih sangat memprihatinkan bagi sebagian masyarakat,” ujar Tenri via chatting whatsapp, Senin (25/1).

Bahkan kata Tenri, pasar dan toko yang sudah buka hanya beroperasi sampai sore hari, karena belum sepenuhnya menjual kebutuhan pokok warga.

Ia juga menambahkan, saat ini sebagian warga yang tinggal di posko pengungsian sudah kembali ke rumah.

“Ada juga sebagian warga yang belum balik karena menunggu sampai tanggal 28 untuk kembali ke rumah, dengan alasan ada rumor yang beredar waktu aman kembali ke rumah yaitu tanggal 28 mendatang. Juga, ada sebagian warga yang rumahnya rusak pun bingung mereka harus kembali ke mana, karena tidak adalagi tempat untuk kembali.”

Hanya saja, tutur Tenri lagi, bagi korban yang sudah tidak memiliki rumah masih dalam tahap pendataan oleh pemerintah untuk diberikan bantuan.

“Sampai saat ini kami belum mendengar bantuan Huntara (Hunian Sementara) dari pemerintah, yang ada bantuan Huntara dari relawan yang sudah dibangun di daerah Mamuju, dan informasi lainnya saya yang saya dapat yaitu bantuan berupa uang ganti rugi dari presiden, yaitu untuk rumah rusak ringan 15jt rusak sedang 25jt, dan rusak berat 50jt,” imbuhnya dalam wawancara.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.