Dulohupa.id – Pihak yayasan Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menyebut pernyataan tidak terpuji oleh oknum dosen tak mewakili lembaga. Sebelumnya pernyataan oknum dosen Rahmat Nisila justru menambah kisruh di tengah polemik mahalnya biaya ujian dan wisuda mahasiswa UBM Gorontalo.
“Mengadu tanda tak mampu. Kalo tdk suka brenti saja atw pindah kampus, aa bogampang, TDK usah kentara itu susah. Kalo susah mo maso di level kesehatan jgn ba paksa, bgmn mo suka m maso di jurusan elit, kong ekonomi sulit, jadinya b protes sana sini, so Kantara Lo ma’o susah kasih” tulis Rahmat Nisila dalam percakapannya di Group Whatsaap Yayasan kampus.
Baca Juga: UBM Gorontalo Klarifikasi Mahalnya Biaya Ujian dan Wisuda Mahasiswa
Lontaran itu kemudian viral di media sosial Instagram dan mengundang beragam kecaman dari netizen.
Menanggapi hal tersebut, pihak Yayasan UBM Gorontalo angkat bicara.
“Pertama, pernyataan yang bersangkutan tidak mewakili lembaga,” ujar Kepala Badan Penjaminan Mutu UBM Gorontalo, Ikram Muhammad, Senin (20/01/2025).
Menurutnya, komentar yang dilakukan oknum Dosen semata-mata atas kehendak yang bersangkutan atau reaktif personal.
“Kedua, UBM setelah mendapatkan laporan tentang postingan itu, yang bersangkutan langsung dilaporkan oleh unit penanganan, yang itu akan dirapatkan sebagai tindak lanjutnya,” ucapnya.
Lebih lanjut kata Ikram, hal tersebut merupakan tindak lanjut yang dilakukan pihak UBM Gorontalo, mengingat usai komentar tak terpuji yang dilontarkan RN, tak ada lagi komentar yang membuat suasana kian kisruh terkait isu tersebut.
“Jadi apabila itu kurang berkenan di masyarakat, dan kami kira itu adalah hal-hal yang kurang etis untuk disampaikan. Tapi sekali lagi itu tidak mewakili lembaga,” pungkasnya.
” Jadi lembaga sudah mengambil sikap dan tindak pada saat postingan ini bermunculan, untuk itu kami memohonkan maaf,” tutup Ikram.
Reporter: Yayan











