Untuk Indonesia

Tutup Gedung Miliknya yang Dipinjamkan ke YLKI, Warga Limboto Ini Malah Dipolisikan

Dulohupa.id- Nasib sial dialami oleh Faisal Tanango, sebab, ia dipolisikan karena mengambil alih gedung yang saat ini ditempati oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Gorontalo. Padahal, gedung itu adalah miliknya dan YLKI hanya berstatus sebagai peminjam. 

Faisal kepada dulohupa.id mengungkapkan, bahwa gedung miliknya yang berada di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto itu akan digunakan untuk keperluan yang lain. Karena itu, YLKI yang statusnya sebagai peminjam, diminta untuk keluar dari gedung itu. Ia pun memutuskan langsung menutup gedung itu. 

Namun bukannya pindah, Ketua YLKI, Hariyanto Puluhulawa, malah melaporkannya ke Polda Gorontalo atas dasar penyerobotan. 

“Saya sangat bingung dengan laporan tersebut. Padahal saya ingin mengambil gedung saya sendiri yang saat ini ditempati oleh YLKI selama tujuh bulan, apakah itu salah?” kata Faisal saat ditemui Dulohupa.id, Minggu (17/10). 

Faisal pun menjelaskan, bahwa sebetulnya alasan YLKI bisa menempati gedungnya tersebut, karena beberapa waktu lalu ia terlilit hutang bank. Lalu, pihak YLKI mendatanginya dan menawarkan bantuan. Persyaratannya saat itu, gedung miliknya akan ditempati oleh YLKI. 

“Dari pertemuan itu  pihak YLKI mengatakan bahwa hutang tersebut tidak usah dibayar nanti akan digugat lewat hukum. Saat itu pun saya menyarakan persoalan ini terlebih dahulu dibahas dengan DPRD. Ini sebagai pembuktian apakah persoalan ini bisa digugat atau tidak,” jelas Faisal. 

Hasilnya oleh DPRD Provinsi Gorontalo malah mengembalikan lagi ke pihak debitur dan bank. Karena itu, ia pun menempuh jalur musyawarah dengan bank, dan memberikan kuasa kepada pihak YLKI untuk menangani sengketa tersebut. 

Namun, merasa persoalan yang ditangani oleh YLKI tidak kunjung tuntas, ia pun ingin mengambil kembali gedung tersebut, dan meminta untuk dikosongkan karena akan digunakan. 

“Ketika saya ingin mengambil gedung itu, saya malah diminta (oleh YLKI) untuk membayar atensi sekitar Rp 10 juta. Padahal persoalan yang mereka tangani tak kunjung selesai. Malah saya banyak mengeluarkan duit untuk operasional mereka,” jelasnya. 

Faisal pun menegaskan, bahwa gedung yang YLKI tempati merupakan miliknya dan bukan milik pemerintah. Terkait laporan yang dilayangkan  oleh YLKI, sejauh ini ia belum mendapatkan panggilan dari Polda Gorontalo, bahkan dirinya akan melaporkan balik oknum ketua YLKI Provinsi Gorontalo itu.

“Gedung ini milik saya. Saya pun telah melakukan berbagai upaya agar mendapatkan penyelesaian. Bahkan gedung itu saya gembok dengan harapan agar ada jalur musyawarah tapi saya dilaporkan ke Polda Gorontalo,” ujar Faisal. 

Sementara itu, Ketua YLKI Provinsi Gorontalo, Hariyanto Puluhulawa saat dikonfirmasi, malah menyarankan wartawan untuk mencari bukti pelaporan itu ke Polda Gorontalo. 

“Ya, anda tanyakan saja di polda. Kalau saya tidak bisa memberikan jawaban siapa yang dilaporkan. Tapi, anda tanya dulu siapa pemiliknya. Kalau pak Faisal pemiliknya berarti salah. Karena pemilik gedungnya bukan pak Faisal,” tutup Hariyanto.

Hariyanto bersikukuh, bahwa pemilik gedung itu bukanlah Faisal, melainkan wanita bernama Maryam. Belakangan diketahui, bahwa Maryam adalah istri sah dari Faisal.**

Comments are closed.