Tak Lagi Dikerjakan, 30 Tumpukan Kerikil Dibiarkan di Jalan Samaun Pulubuhu

oleh -253 Dilihat
Tumpukan Kerikil
Tumpukan kerikil di kawasan jalan samaun pulubuhu ditanami bunga dan dianggap seperti kuburan. foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Sebanyak 30 Tumpukan Kerikil yang menjadi material di dalam pengerjaan jalan Samaun Pulubuhu hanya dibiarkan berbaris tanpa ada proses pengerjaannya.

Dari pantauan Dulohupa di lokasi, kerikil itu terletak hampir di semua badan jalan yang menghubungkan Desa Pone dan Kelurahan Tenilo. Kendati demikian, jalan tersebut masih menjadi alternatif para pengendara jalan untuk melintas ke berbagai tempat.

Bahkan setiap tumpukan kerikil itu tengah ditanami bunga yang menandakan bahwa itu bukan lagi tumpukan kerikil, melainkan sudah kuburan.

Nampak juga terlihat kerikil yang ada ditumpukannya itu perlahan mulai berkurang akibat terseret oleh arus air ketika lokasi tersebut tengah digenangi air.

Menurut warga setempat, tumpukan kerikil itu sudah lama terbiarkan di jalan Samaun Pulubuhu. Sebab, diwaktu para pekerja mulai mengerjakan jalan, kerikil itu tak tersentuh. Sehingga membuat pertanyaan bagi masyarakat setempat.

“Kami kira kerikil itu dipakai untuk pengerjaan jalan. Tapi yang mereka kerjakan hanya di bagian sebelah. Sementara di sini ada kerikil,” ujar warga setempat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo, Heriyanto Kodai mengakui bahwa hal itu sudah sering kali dikeluhkan warga.

Namun dirinya tak memberikan solusi untuk bagaimana persoalan jalan itu bisa teratasi.

“Kontraktornya orang lokal. Dan itu so ulang ulang kali dikeluhkan,” singkat Heriyanto Kodai.

Reporter: Herman Abdullah