Dulohupa.id – Seorang perawat di Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe Kota Gorontalo diduga menjadi korban penganiayaan oleh pasien yang tengah dirawat.
Kepala ruangan isolasi RS Aloei Saboe, Sakina Mootalu menuturkn kejadian terjadi pada Sabtu, 20 Januari 2024 kemarin. Korban berinisial EFP mendapat tindak kekerasan saat memberikan pelayanan kesehatan terhadap terduga pelaku.
“Saat itu korban mengganti selang dan botol Chest Tube pasien. Pasien yang merasa tindakan medis korban tidak sesuai keinginannya tiba-tiba menampar wajah korban dengan tangan kanannya,” ungkap Sakina.
Kejadian itu sontak membuat korban syok dan keluar ruangan sambil menangis. Setelah peristiwa itu terjadi, 2 rekan korban yang ada dalam ruang perawatan sontak menanyakan alasan pasien tersebut menampar korban. Namun pasien justru mengelak dan mengaku hanya menyentuh atau mendorong pipi korban dan tidak menampar korban.
Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan melaporkannya ke Polresta Gorontalo. Upaya mediasi sempat dilakukan tapi tak mendapat respon baik dari pihak terduga pelaku. Sehingga pada Minggu, 21 Januari 2024 korban resmi melaporkan hal itu dan telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Gorontalo Kota.
Hingga saat ini, korban masih di liburkan oleh pihak rumah sakit karena mengalami Trauma. Namun, Sakina menegaskan kejadian tersebut tak mempengaruhi proses pelayanan kesehatan kepada terduga pelaku yang saat ini masih dirawat.
Disamping itu, Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota ,Kompol Leonardo Widharta membenarkan bahwa petugas menerima laporan polisi dugaan penganiayaan yang dialami seorang perawat.
Guna pengembangan laporan tersebut, pihak kepolisian akan melayangkan panggilan kepada korban dan terduga pelaku. Namun, terduga pelaku yang saat ini masih berstatus sebagai pasien menjadi kendala pihak kepolisian dalam melakukan pemeriksaan.
Reporter: Kimon











