Dulohupa.id – Pengelolaan alat berat Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dipertanyakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Ningsih Nurhamidin.
Ningsih menanyakan keseriusan mereka dalam mendongkrak serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa penyewaan alat berat.
“Kunci pendapatan di Dinas PUPR itu terdapat pada sewa jasa alat berat. Bagaimana pun caranya ini harus benar-benar dimaksimalkan,” ujar Ningsih, belum lama ini.
Lebih lanjut Ningsih mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi masalah yang menghambat capaian PAD itu dikarenakan aset pemerintah daerah seperti excavator, bulldozer, ston crusher, dan grader mengalami kerusakan berat.
“Nyaris semua alat berat yang menjadi aset pemerintah tidak bisa digunakan lagi. Pertanyaan saya bagaimana dengan pemeliharaan alat-alat ini? Jangan sampai ada kerusakan kecil malah dibiarkan. Hingga berakibat fatal pada alat berat yang ada,” kata Ningsih.
Sehingga ia meminta kepada penanggung jawab yang baru segera melakukan pemeliharaan atau perbaikan alat berat guna meningkatkan PAD sesuai target yang telah ditentukan bisa benar-benar tercapai.
“Saya menerima informasi jika perakitan alat berat itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 90 juta. Solusinya sederhana, cukup perbaiki beberapa alat berat saja, setelah itu disewakan lagi. Hasilnya selain bisa menambah PAD secara perlahan, perbaikkan dapat dilakukan secara bertahap,” tutur Ningsih.
Sementara, penanggung jawab alat berat Dinas PUPR, Taufik Dunggio, menyampaikan bahwa ia baru memasuki bulan pertama setelah ditunjuk sebagai penanggungjawab. Namun, dengan jangka waktu itu sudah ada beberapa alat berat yang telah dilakukan perbaikan.
“Enam alat berat yang telah selesai diperbaiki. Diantaranya stome walls, dump truck, baby roller, tronton, motor grader, wheel loader.”
“Catatan kami ada 21 aset alat berat milik Dinas PU-PR yang rusak berat,” kata Taufik.
Sementara untuk 15 alat berat lainnya seperti excavator, bulldozer tipe D85, stamper, ston, crusher, compressor, tandem roller 6 ton, tandem roller 2,5 ton, pedestrian roller, three wheel roller 8-12 ton, tandem roller, bulldozer tipe D65, finisher, AMP (Aspal T Mixer Plant), tyre roller, vibrator roller, dump truk, mengalami rusak parah atau tidak dapat diperbaiki.
“Bagaimanapun caranya kami akan tetap berupaya agar capaian PAD bisa dapat tercapai. Insyaallah,” tandas Taufik.
Reporter: Herman Abdullah











