Scroll Untuk Lanjut Membaca
BOALEMOPolda Gorontalo

Satlantas Boalemo Jemput Bola, Layanan SIM Keliling Masuk Pesantren

×

Satlantas Boalemo Jemput Bola, Layanan SIM Keliling Masuk Pesantren

Sebarkan artikel ini
Layanan SIM
Pelayanan SIM keliling di Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Boalemo melakukan layanan jemput bola dengan menghadirkan SIM keliling di Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta, Jumat (6/11).

Kasat Lantas Polres Boalemo Iptu Maksensius Buluati mengatakan, layanan SIM masuk pesantren merupakan bagian dari program pelayanan SIM bersama masyarakat.

Program ini dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus SIM tanpa harus datang langsung ke Satpas SIM di Polres Boalemo.

“SIM masuk pesantren ini maksudnya untuk mendekatkan masyarakat dengan polisi, khususnya dalam pengurusan SIM. Jadi masyarakat tidak lagi kesulitan untuk datang ke Satpas SIM,” ujar Maksensius.

Maksensius mengatakan, layanan SIM keliling masuk pesantren tidak hanya dilakukan di wilayah ibu kota Kabupaten Boalemo. Ke depan, program tersebut akan menyasar sejumlah pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Boalemo.

“Insyaallah, selama kita masih punya waktu dan kesempatan, program polisi bersama masyarakat ini akan tetap kita lakukan, termasuk ke madrasah-madrasah yang lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Tilamuta, Qadri Alamri, menyambut baik layanan tersebut.

Menurutnya, kehadiran SIM keliling sangat membantu guru maupun santri yang ingin mengurus SIM karena tidak perlu lagi mendatangi Polres Boalemo.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Apalagi guru-guru di sini memiliki kesibukan yang luar biasa. Dengan adanya kunjungan dari Satlantas melalui program Polres Boalemo ini, sangat membantu dan meringankan teman-teman. Kami sangat bersyukur,” ujar Qadri.

Qadri menambahkan, sebagian besar warga pesantren yang memanfaatkan layanan tersebut merupakan para guru. Selain itu, ada juga sejumlah santri yang sudah memiliki KTP.

“Sebagian besar guru, kemudian ada juga santri yang sudah punya KTP,” pungkasnya.

Reporter: Mat