Dulohupa.id – Menanggapi terkait gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 di Kecamatan Telaga yang diduga dijual oleh pemerintah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir angkat bicara.
Menurut Roni, bahwa pemerintah daerah tidak menjual sekolah bertingkat tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa sekolah tersebut hanya di pindah fungsikan menjadi pusat jasa dan lokasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian daerah.
“Terkait dengan aset daerah di Kecamatan talaga yaitu SDN 2 Telaga, sebenarnya pemerintah daerah tidak berniat untuk menjual, tetapi pemerintah daerah berniat untuk bagaimana mempekerjasamakan ini dengan pihak ketiga, sehingga perekonomian di Kabupaten Gorontalo meningkat. Kami merencanakan bahwa itu menjadi pusat jasa dan UMKM.” Jelas Roni Sampir saat ditemui awak media, Rabu (14/6/2023).

Selain itu Roni juga menjelaskan, bahwa para siswa di sekolah itu sudah di pindahkan di gedung sekolah yang baru, yang tidak jauh dari sekolah sebelumnya.
“Jadi ada pemikiran bahwa lokasi ini sudah berada di pusat kota, sehingga di daerah itu akan dijadikan sebagai pusat kota jasa. Selain itu jika dilihat dari sisi tempatnya, keamanan murid dari lalu lintas yang padat menjadi salah satu pertimbangan kami. Sehingga kami telah mengalokasikan anggaran untuk relokasi pembangunan sekolah itu, dan itu sudah selesai dan sudah digunakan.” Kata Roni Sampir
Roni mengakui, bahwa sebelumnya ada salah satu investor yang ingin menyewa lahan sekolah tersebut, namun saat melakukan negosiasi tidak terjadi kesepakatan, sehingga bupati menyarankan agar lokasi sekolah tersebut dijadikan pusat jasa dan lokasi UMKM.
“Sebenarnya ada satu investor yang ingin pinjam atau sewa pinjam lahan itu, tetapi dalam negosiasinya tidak terjadi kesepakatan. Oleh karena itu pak bupati memerintahkan kepada kami, bagaimana lahan tersebut secepatnya untuk diberdayagunakan.” Terang Sekda Kabupaten Gorontalo
“Kami sudah memerintahkan kepada perindag untuk mendesain, bagaimana pusat jasa dan UMKM bisa berjalan di sana. Kami tinggal menunggu desain dari perindak tersebut dan kemudian pemerintah daerah akan menganggarkan.” Lanjutnya.
Rdaksi












