Untuk Indonesia

Pupuk Organik Produksi Petani Bualo Tembus Pasar Gorontalo

Dulohupa.id– Pupuk organik yang diproduksi oleh kelompok tani Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, direspon baik oleh pasar. Terlebih pasar di Gorontalo. 

Buktinya, pupuk organik yang diberi nama PO-BOX atau Pupuk Organik Bualo Express mulai pasarkan di toko-toko pertanian dan toko bunga di wilayah Gorontalo.

Ketua Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Desa Bualo, Nurdin,  mengatakan, pupuk organik ini telah lolos pengujian pupuk dan memenuhi mutu pupuk organik dari Laboratorium Tanah, Tanaman, Pupuk dan Air Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan.

BPTP Sulawesi Selatan sendiri adalah salah satu laboratorium pengujian pupuk yang ditunjuk Kementerian Pertanian RI.

“ Tim PPDM bersama petani dan mahasiswa pendamping telah melakukan uji pasar produk pupuk organik ini dan saat ini sudah mendapat respons pasar yang menggembirakan. Ini  dibuktikan dengan banyaknya permintaan pupuk organik ini pada berbagai kemasan, mulai kemasan 1 kg, 10 kg dan 50 kg oleh sejumlah toko-toko pertanian di wilayah Kota Gorontalo” ungkap Nurdin.

Lebih lanjut dikatakan  Nurdin, Pupuk organik ini sangat  menunjang perekonomian masyarakat yang ada di sekitar wilayah itu sendiri.

“Produksi pupuk organik ini harus dijaga dan dilanjutkan pada skala yang lebih besar, agar berdampak positif pada perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo,” kata  Nurdin kepada Dulohupa.id.

Saat ini katanya, selain upaya pemasaran produk pupuk secara lokal dan regional, juga sementara diajukan proses paten produk dan label pupuk di Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Ini atas dukungan dari tim dalam PPDM, yang terdiri dari Dosen Fakultas Pertanian sesuai di bidang keahlian masing-masing, yaitu Agustinus Moonti, SE, MM, Amelia Murtisari, SP, MSc dari Jurusan Agribisnis, Siswatiana R. Taha, SPt, M,Si Jurusan Peternakan, dan Fitriah S. Jamin SP, M,Si Jurusan Agroteknologi. Serta lima orang mahasiswa sebagai pendamping secara kolaboratif, bersama petani binaan yang mengelola limbah pertanian, dan kotoran ternak sapi menjadi pupuk organic” ujarnya. 

Sedangkan Agustinus Moonti, anggota Tim PPDM dan ahli pemasaran pertanian mengatakan pupuk organik PO-BOX atau Pupuk organik Bualo Express sebelumnya telah melalui uji pasar. 

“Tim PPDM bersama petani dan mahasiswa pendamping telah melakukan uji pasar produk pupuk organik ini dan saat ini sudah mendapat respons pasar yang menggembirakan. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya permintaan pupuk organik ini pada berbagai kemasan,” ujar Agustinus.

Sementara Kepala Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Ramin K Musa mengatakan, sangat berterima kasih pihak Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, juga kepada pihak Universitas Negeri Gorontalo. Sebab, melalui Tim PPDM melakukan pembinaan sejak 2019 kepada petani yang ada di Desa Bualo. Tak heran, pupuk organik ini bisa diproduksi mandiri oleh petani sampai dipasarkan.

“Secara tidak langsung, program ini telah mendukung pencapaian desa yang pada tahun 2014, Desa Bualo masih berstatus  desa tertinggal, dan mulai tahun 2019 desa ini naik peringkat menjadi desa berkembang,” ujar Ramin.

Untuk itu, pihaknya berharap masih ada program-program kementerian maupun UNG, untuk mendukung perekonomian desa tertinggal itu sendiri.

“Saya selaku kepala desa berharap masih ada lagi program-program sejenis, terutama dari UNG agar Desa Bualo bisa menjadi Desa Maju sebagaimana harapan kita bersama,” tutup Ramin .

**

Comments are closed.