Dulohupa.id – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo saat ini masih terus melakukan pendalaman terkait penemuan kerangka manusia di area perkebunan tebu milik PT Pabrik Gula Gorontalo, Desa Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di ruangan RS Bhayangkara, Kabid Dokkes Polda Gorontalo, AKBP Dr. dr. D. Aji Kadarmo, mengungkapkan bahwa, sejumlah 12 orang tim dibentuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap kerangka manusia itu, termasuk didalamnya ada sejumlah ahli.
“Kami membentuk tim, didalamnya kedokteran forensik, kedokteran gigi forensik, kemudian ahli DNA,” ujar AKBP Aji kepada awak media, Sabtu (26/9/2026).
“Jenazah tersebut adalah satu kerangka manusia yang tidak lengkap, berdasarkan ciri-cirinya merupakan kerangka manusia yang dalam kondisi telah mengalami pembusukan, mengalami skeletonisasi atau penulangan, dan juga mengalami mumifikasi,” lanjutnya.
Lebih lanjut dijelaskan AKBP Aji, sejumlah langkah analisis identifikasi kerangka manusia itu dilakukan, pemeriksaan lewat sidik jari, catatan gigi gerigi, DNA, keilmuan forensik serta kepemilikan barang milik kerangka itu.
“Dalam identifikasi ini, semakin banyak yang cocok maka akan semakin baik. Namun didalam kerangka yang kita temukan ini ada beberapa yang kita tidak lakukan, yaitu sidik jari, karena kita tidak menemukan adanya jari pada kerangka ini,” jelasnya.
“Kemudian untuk gigi gerigi kami sudah melakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan juga belum didapatkan data pembanding,” lanjut AKBP Aji.
Ia mengungkapkan, kerangka manusia yang ditemukan pada 24 September 2026 kemarin merupakan seseorang berjenis kelamin perempuan.
“Ini kita lakukan berdasarkan keilmuan kedokteran forensik, kami dapatkan hasil secara umum bahwa kerangka manusia ini adalah berjenis kelamin perempuan,” kata AKBP Aji.
Menurut AKBP Aji, kerangka manusia berjenis kelamin perempuan ini diperkirakan berumur dari antara 17 tahun sampai 25 tahun.
“Untuk umur yang kami peroleh dari hasil pemeriksaan ini, berumah 17 tahun sampai 25 tahun,” ungkapnya.
“Kemudian untuk ras dari kerangka ini adalah ras Mongoloid, dominan ras Mongoloid,” lanjut AKBP Aji.
Sementara untuk DNA, menurut AKBP Aji saat ini pihak kedokteran telah mengambil sampel dari kerangka manusia itu. Selanjutnya sampel DNA dari data pembanding akan diambil untuk diperiksa.
Jelasnya, untuk bisa memastikan secara pasti identitas dari kerangka manusia berjenis kelamin perempuan ini, kedokteran polisi perlu melakukan pemeriksaan DNA. Proses pemeriksaan DNA akan memakan wakti selama 3-4 minggu untuk mendapatkan identitas rangka manusia tersebut.
“Untuk memastikan dari kerangka ini, kami perlukah pemeriksaan DNA secara saintifik, untuk memastikan bahwa memang benar-benar si kerangka ini adalah memang yang kita cari sebagai yang kita duga sebagai orang hilang,” pungkasnya.
Sementara untuk penyebab kematian korban masih dalam proses analisis hasil pemeriksaan forensik.
Kasus penemuan kerangka manusia di area perkebunan tebu di Boalemo ini cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, memang dalam beberapa bulan terakhir ini, informasi orang hilang di wilayah tersebut terus dilakukan pencarian. Hingga kini, belum ada kejelasan pasti apakah kerangka manusia yang ditemukan ini memang merupakan sosok yang sedang dicari, atau bukan.
Namun saat ini, pihak kepolisian telah mendatangkan keluarga dari Elsanty Ibrahim alias Eca yang dilaporkan telah menghilang sekitar 3 bulanan untuk diambil sampel, yang selanjutnya akan dilakukan pencocokan DNA. Eca berusia 21 tahun merupakan warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.
Reporter: Yayan











