Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Polisi Ungkap Identitas dan Kronologi Penemuan Mayat Pria di Bengsol

1119
×

Polisi Ungkap Identitas dan Kronologi Penemuan Mayat Pria di Bengsol

Sebarkan artikel ini
Penemuan Mayat
Petugas kepolisian saat mengevakuasi jasad pria di depan kos yang berada di jalan Jalan Thayeb M Gobel (eks jalan Bengsol). Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Utara mengungkap identitas maupun kronologi penemuan mayat pria yang tergeletak di depan salah satu kos-kosan di jalan Thayeb M Gobel (Eks jalan Bengsol), Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Jumat (12/5/2023).

Kapolsek Kota Utara, AKP Ricky Parmo menjelaskan, mayat pria bernama Badar Mongilong (45), warga Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Badar sehari-harinya sebagai pedagang buah nenas yang didatangkan dari Kotamobagu dan dijualnya ke Gorontalo menggunakan Mobil Pic Up.

Badar menjual nenas di Gorontalo dibantu keponakannya Rifaldi Mongilong. di Gorontalo, keduanya Tingal di salah satu kos di jalan Jalan Thayeb M Gobel (Eks jalan Bengsol).

Mayat Pria
Kapolsek Kota Utara, AKP Ricky Parmo saat diwawancarai awak media terkait penemuan mayat di eks jalan Bengsol, Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

AKP Ricky mennuturkan, sebelumnya Badar bersama keponakannya Rivaldi Mongilong pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 Wita pergi ke rumah makan untuk makan ayam Lalapan.

Usai makan, keduanya kembali ke kos-kosan. Tak lama kemudian, sekitar pukul 24.00 wita, Badar mengeluh sakit pinggang.

“Kemudian Rivaldi ini meminta agar Badar untuk istirahat tapi korban belum juga tidur. Tak lama, Badar kepanasan dan ingin cari AC, Rivaldi bilang ke mobil saja, disitu ada AC. Korban pun masuk ke mobil,” ungkap AKP Ricky Parmo kepada Dulohupa.

Selalu merasa gelisah, Badar kembali lagi ke dalam kamar kos dan mengatakan bahwa pinggannya terus mengalami kesakitan, serta tubunhya merasa panas yang luar biasa.

“Dia (Badar) sudah merasakan panas sekali. Terus Rivaldi yang sudah mengantuk, dia tidak hiraukan,” imbuh Kapolsek.

Pada Jumat pagi sekitar puul 05.00 Wita, seorang pengemudi bentor yang juga penghuni di salah kamar kos tersebut melihat korban sudah terbaring, dimana bagian kepala korban terletak di tanah dan kaki korban terlentang di bentor.

“Pengemudi bentor ini kemudian membangunkan Rivaldi di dalam kamar kos. Setelah dicek, korban sudah kaku dan meninggal. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke warga setempat dan diteruskan ke Polsek Kota Utara,” ucap AKP Ricky.

Polisi yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian mengevakuasi jasad Badar ke rumah sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo.

Dari hasil pemeriksaan polisi, keluarga korban menuturkan bahwa Badar punya riwayat penyakit darah tinggi dan sering mengeluh sakit dada.

“Jadi tidak ada tanda-tanda kekerasan setelah diperiksa dan dilakukan visum luar. Keluarga juga menolak untuk di autopsi dan langsung dibawa pulang ke kampung halamannya,” pungkas Kapolsek Kota Utara.

Reporter: Enda