Dulohupa.id – Polresta Gorontalo Kota melalui Polsek Kota Utara mengungkap fakta baru dibalik kasus perundungan terhadap seorang siswa oleh rekannya di SMK Negeri 1 Gorontalo.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Kapolsek Kota Utara, Iptu Fredy Yasin mengungkapkan, awalnya korban ARD bersama empat rekannya bersama-sama membeli minuman keras beralkohol.
“Keempat anak bersama korban, bersama-sama merencanakan untuk membeli minuman sambil patungan dan mereka mengkonsumsinya di belakang sekolah,” ujar Iptu Fredy kepada awak media, Kamis (12/09/2024).
Menurutnya, pertikaian yang terjadi akibat korban yang sudah dalam keadaan mabuk mengajak siswa lainnya untuk berkelahi.
“Dan sekitar pukul 15.00 wita (Selasa), korban sudah mulai mabuk sehingga mengajak keempat rekan lainnya untuk berkelahi,” jelas Kapolsek Kota Utara.
“Sehingga dari situ, salah seorang dari temannya itu melakukan menampar, menendang korban yang diikuti teman-temannya yang lain, serta satunya lagi menyiram korban dengan air,” lanjutnya.
Baca Juga: Kronologi Perundungan Siswa hingga Korban Muntah Darah di SMKN 1 Gorontalo
Menurut dia, tak berselang teman korban yang lainnya datang menghubungi orang tua ARD.
“Sehingga pada pukul 18.30 wita kedua orang tua korban datang menjemput dan membawa korban ke rumah sakit,” imbuhnya.
Kapolsek mengungkapkan bahwa tindakan pesta miras yang dilakukan terduga pelaku dan korban dilakukan tanpa adanya paksaan.
Hingga saat ini jelas Iptu Fredy, terkait kasus video viral perundungan salah satu siswa SMKN 1 Gorontalo dalam proses penyelidikan.
“Untuk sekarang kami belum melakukan penahanan, namun masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya.
Sementara berbeda dengan pengakuan ayah korban, Mohammad Gufran Supratman. Menurut pengakuan korban kepada orang tuanya, ARD dipaksa untuk konsumsi Miras sampai tak sadarkan diri dan muntah darah.
“Anak saya sudah tak sadarkan diri, dan dipaksa minum lagi. Ada yang pegang lehernya seperti dicekoki begitu. Sampai anak saya pingsan dan muntah darah. Malah di video itu ditendang dan disiram air,” ujarnya.
Baca Juga: Siswa Pesta Miras di Sekolah, Wakepsek SMKN 1 Gorontalo Sebut tidak ada Penganiayaan
Reporter: Yayan











