Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Polemik Panen Raya di Bonebol, Kadis: Kami Bantu Petani Tanpa Pungut Biaya

78
×

Polemik Panen Raya di Bonebol, Kadis: Kami Bantu Petani Tanpa Pungut Biaya

Sebarkan artikel ini
Pemda Bone Bolango melaksanakan panen raya di Desa Talango, Kecamatan Kabila.

DULOHUPA.ID – Menanggapi persoalan panen raya yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang dinilai merugikan salah seorang pemilik sawah di Desa Talango, Kecamatan Kabila, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas dan peternakan Bone Bolango. Kamis (08/08/2019).

Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango Roswaty Agus, saat dikonfrimasi menjelaskan memang cukup sulit untuk mengubah pola pikir petani. Dalam proses panen raya ini, petani diajarkan cara panen dengan metode moderen.

Dengan metode panen moderen ini, petani diuntungkan dalam segi waktu. Sebab, dengan metode moderen ini, panen bisa dilakukan dengan cepat.

Persoalan hasil panen, yang ditinggalkan di lokasi panen raya, diakui Roswaty, memang sengaja ditinggalkan. Karena, pihaknya memberikan ruang kepada pekerja untuk mengangkut hasil panen itu.

“Tidak ada yang dirugikan pada kegiatan panen raya tersebut, karena kami tidak memungut biaya sama sekali kepada pemilik sawah. Bayangkan berapa biaya yang harus dia keluarkan untuk menyewa orang memanen padinya” jelasnya

“Tidak mungkin alat pemotong padi, bolak-balik untuk mengangkut hasil panen. Sengaja hasil panen di tinggalkan, nantinya juga akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengangkut hasil panen. Dengan begitu mereka juga akan mendapatkan penghasilan dari panen itu,” kata Roswaty.

Sebelumnya seorang pemilik sawah yang ada di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, merasa dirugikan dengan adanya kegiatan panen raya yang dilaksanakan di sawahnya. Kamis (08/08/2019).

Menurut pemilik sawah, usai pelaksanaan kegiatan panen raya tersebut, dinas terkait hanya membiarkan padi yang sudah dipanen ditengah sawah. Hal itu menurutnya hanya membuatnya rugi karena harus mengeluarkan biaya sebesar lima ratus ribu rupiah untuk membayar jasa pengangkut. (DP/01)