Scroll Untuk Lanjut Membaca
BUDAYAVideo

Persiapan Jelang Lingkar Seni Wallacea 4 di Gorontalo Capai 80 Persen

×

Persiapan Jelang Lingkar Seni Wallacea 4 di Gorontalo Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Lingkar Seni
Kondisi persiapan panggung Lingkar Seni Wallacea 4. Foto: Panitia LSW

Dulohupa.id – Persiapan Kegiatan Lingkar Seni Wallacea (LSW) 4 yang akan digelar pada 7 – 14 Desember di Desa Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo telah mencapai 80 persen.

Kegiatan Lingkar Seni Walacea merupakan salah satu kegiatan yang dapat dikatakan berskala regional. Yaitu menghadirkan para pelaku seni pertunjukan atau pun Rupa yang terdapat dalam garis wallacea.

Hingga saat ini, terkonfirmasi telah ada beberapa daerah yang siap mengirimkan delegasi untuk turut dalam kegiatan tersebut. Diantaranya adalah Ternate, Lombok, Kendari, Nusa Tenggara Timur, dan Toili.

“Lombok tanggal 6 itu sudah akan tiba di Gorontalo, sementara kendari akan naik kapal pada tanggal 5 nanti. Flores sendiri itu akan mengirimkan 2 delegasi tapi kemungkinan akan ada tambahan. Sementara untuk daerah lain saat ini sementara persiapan untuk menuju Gorontalo,” Ungkap Zulkifli Lubis, pembina Teater Peneti Gorontalo.

Kegiatan dalam skala regional tentu bukanlah hal yang mudah untuk disiapkan baik secara administratif maupun persiapan teknis. Namun karena niat dan kegigihan para pelaku Taeter Gorontalo bersama partisipasi masyarakat setempat, segala persiapan dapat dilakukan sebagaimana mestinya.

Nonton Video Persiapan Jelang Lingkar Seni Wallacea 4 di Gorontalo Capai 80 Persen:

Zulkifli menuturkan bahwa saat ini tengah proses penyelesaian panggung yang telah mencapai kurang lebih 80% pengerjaan. Panggung yang digunakan sendiri menggunakan bahan dari Bambu yang di rakit dan dirancang sedemikian rupa oleh panitia yang didukung oleh karang taruna dan tamirul masjid setempat.

“Persiapan sekarang itu sudah hampir 80%, administrasi sudah kelar, kalo acara itu mengalir saja, karena teman-teman yang datang nanti juga akan berpikir sama-sama untuk Merumuskan acara yang akan ditampilkan nanti. Informasi soal tempat ke masyarakat juga sudah, hanya persiapan yang paling berat itu pembuatan panggung. Sampai saat ini kita masih sementara proses penyelesaian panggungnya,” Ujar Zulkifli Lubis.

Partisipasi masyarakat dan pemuda setempat sangat membantu dalam proses persiapan kegiatan tersebut. Zulkifli mengungkapkan bahwa masyarakat telah mengambil bagian yang berat untuk dikerjakan, seperti menyiapkan Bambu digunakan sebagai bahan pembuatan panggung. Disisi lain, yang menjadi kendala adalah anggaran yang akan digunakan nanti. Hingga saat ini, kegiatan tersebut masih menggunakan anggaran pribadi Penggiat Seni Teater dan seni lainnya.

“Nanti mereka yang dari luar daerah akan mengisi kegiatan disini, mulai dari kuliner, tarian dan lain-lain. Nah jadi kalau ada pameran kuliner, itu kan dapat mengurangi biaya konsumsi nanti. Tapi sejauh ini kita tidak khawatir persoalan anggaran, sudah banyak juga teman-teman yang mengatakan siap untuk membantu,” Ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut akan turut melibatkan para pelajar baik siswa maupun mahasiswa untuk tampil pada malam pentas seni nanti. Mereka dapat mengambil masing-masing 1 malam untuk tiap kelompok atau jurusan yang ingin tampil pada kegiatan tersebut.

Zulkifli juga menyampaikan bahwa, mereka akan melakukan pencanangan Budaya di Desa Pilohayanga. Yaitu dengan melakukan penanaman tanaman adat di depan rumah masyarakat.

“Tanaman yang dimaksud adalah tanaman yang kerap digunakan dalam acara kebudayaan atau adat istiadat Gorontalo, seperti polohungo, Pinang, bambu kuning, tebu dan jeruk. Saat ini telah melakukan pembibitan untuk kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Kris