Dulohupa.id – Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dukcapil-PMD) Provinsi Gorontalo ikut berpartisipasi dalam kegiatan karnaval Karawo 2025 yang diselenggrakan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sabtu (27/9/2025).
Dalam karnaval itu, Dinas Dukcapil-PMD Gorontalo sendiri mengangkat tema Desa Waerebo yang merupakan desa wisata di di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wisata Waerebo yang dinyatakan UNESCO sebagai wisata dunia pada Agustus 2012 dengan menyisihkan 42 negara lainnya.
Kepala Dinas Dukcapil-PMD Reflin Buata menjelaskan, pesertanya menggunakan maskot pertama putri Pariwisata Gorontalo Nusantara 2025 yang terinspirasi dari bentuk rumah adat Waerebo NTT yang menggabungkan kain khas Gorontalo yaitu Karawo dengan kain tenun ikat khas NTT.
“Maskot kedua juga terinspirasi dari rumah adat Waerebo yang menggabungkan kain karawo dengan kain tenun ikat NTT,” ujar Kadis Reflin.
“Saya berharap peserta kita menjadi terbaik dalam festival karawo tahun ini,” harapnya.
Diketahui sebanyak 39 kontingen berbagai instansi pemerintah, perbankan dan masyarakat umum menampilkan busana hasil sulaman kain khas gorontalo/ baik klasik hingga berpadu nuansa modern. Bahkan kontingen dari luar daerah Gorontalo turut berpatisipasi dalam kegiatan itu.
Setiap peserta menggunakan busana karawo yang di desain kreatif sambil menampilkan atraksi keragaman budaya nusantara. Kegiatan semakin meriah, adanya sejumlah peserta menyuguhkan tarian tradisional khas gorontalo hingga tarian khas dari berbagai daerah.
Karnaval karawo memiliki makna mendalam bagi masyarakat Gorontalo yang digelar rutin setiap tahunnya sebagai simbol pelestarian budaya untuk menjaga warisan leluhur. Karawo gorontalo merupakan bagian dari 110 karisma event nusantara yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan karnaval ini bukan hanya menggerakkan pariwisata tapi mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Diharapkan ivent Karawo dapat memenuhi pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan kementerian pariwisata yakni sebanyak 1,08 Miliar wisatawan,” pungkas Wamen Pariwisata.
Reporter: Enda











