Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIGORONTALONASIONAL

Perluas Literasi Rupiah hingga Pencegahan Stunting, BI Gorontalo Raih Predikat Gold GENTING 2026

×

Perluas Literasi Rupiah hingga Pencegahan Stunting, BI Gorontalo Raih Predikat Gold GENTING 2026

Sebarkan artikel ini
Penghargaan BI Gorontalo
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo saat ini dijabat oleh Bambang Satya Permana saat menerima penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Foto: Hms BI

Jakarta – Komitmen Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo dalam mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mendapat pengakuan di tingkat nasional. BI Gorontalo berhasil meraih penghargaan Predikat Gold Mitra Orang Tua Asuh (OTA) Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta, 5 November 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Capaian ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi BI Gorontalo dalam mendukung pembangunan keluarga serta upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo.

Salah satu kontribusi nyata BI Gorontalo diwujudkan melalui program LEBEGACOR (Literasi Bersama – Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah). Program ini merupakan hasil kolaborasi BI Gorontalo bersama BKKBN Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

LEBEGACOR hadir dengan pendekatan edukasi yang mengintegrasikan kesehatan keluarga dan literasi ekonomi. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pencegahan stunting dan pemenuhan kebutuhan gizi, program ini juga membekali masyarakat dengan pengetahuan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta pengelolaan keuangan keluarga secara bijak.

Sejak diluncurkan pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Gorontalo, LEBEGACOR terus diperluas secara bertahap. Hingga September 2026, program ini telah memasuki Jilid XII dan menjangkau lebih dari 1.500 Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

Dalam pelaksanaannya, edukasi CBP Rupiah dikemas secara interaktif melalui penyuluhan tatap muka, diskusi, kuis, hingga praktik mengenali keaslian uang Rupiah. Masyarakat diperkenalkan dengan metode “5 Jangan” dan prinsip “3D” (Dilihat, Diraba, Diterawang) agar semakin memahami cara merawat dan mengenali keaslian Rupiah.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan edukasi pemenuhan gizi keluarga serta dukungan bantuan nutrisi. Melalui pendekatan tersebut, keluarga tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya ekonomi rumah tangga untuk mendukung kesejahteraan keluarga.

Untuk memastikan keberlanjutan program dan memperluas jangkauan edukasi, BI Gorontalo turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh Keluarga Berencana (KB). Sebanyak 113 penyuluh KB dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango telah mendapatkan pembekalan terkait CBP Rupiah, QRIS, serta pelindungan konsumen.

Keterlibatan para penyuluh KB menjadi bagian penting dalam memperluas dampak program. Dengan jaringan pendampingan keluarga yang telah menjangkau berbagai wilayah hingga tingkat desa dan pelosok, para penyuluh diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BI dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga binaan BKKBN secara konsisten dan berkelanjutan.

Penghargaan Predikat Gold dalam GENTING Collaboration Summit 2026 menjadi penguatan atas sinergi lintas sektor yang telah dibangun BI Gorontalo bersama berbagai pemangku kepentingan. Ke depan, BI Gorontalo berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dalam mengintegrasikan edukasi kesehatan keluarga, literasi Rupiah, serta digitalisasi sistem pembayaran.

Melalui pendekatan edukasi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, LEBEGACOR diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan demikian, upaya membangun keluarga yang sehat, cerdas secara finansial, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap Rupiah dapat berjalan beriringan dalam mendukung terwujudnya masyarakat Gorontalo yang lebih berdaya dan sejahtera.