Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPEMPROV GORONTALO

Penjabat Gubernur Tanggapi Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo

154
×

Penjabat Gubernur Tanggapi Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Fenomena Bunuh Diri
Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail pakaya. Foto/Diskominfotik

Dulohupa.id – Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya menanggapi fenomena kasus bunuh diri yang terjadi beberapa kali di daerah setempat.

Ismail mengakui bahwa sejak menjadi penjabat Gubernur sudah ada empat kasus bunuh diri yang terjadi. Menurutnya, fenomena bunuh diri ini kemungkinan  karena terputusnya komunikasi antara siswa, guru dan orang tua.

“Mereka enggak tau harus cerita ke siapa akhirnya mengambil cara-cara nekat seperti itu. Sesuatu yang tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya saat meresmikan program lima hari sekolah di SMA 7 Kota Gorontalo, Senin (10/7/2023).

Ia meminta ini menjadi perhatian terutama pihak sekolah. Sebab, fungsi pendidikan, pengawasan dan bimbingan mental bagi siswa menjadi penekanan Penjabat Gubernur.

“Guru guru BK harus kuat, menjadi tempat anak-anak untuk curhat. Saya tidak tau diajarkan di sekolah atau tidak, bahwa bunuh diri dalam agama Islam itu masuk neraka,” kata Penjagub.

Ismail juga menekankan, program jam belajar yang lebih lama dengan program lima hari sekolah diminta dimanfaatkan para guru untuk lebih banyak berinteraksi dengan siswa. Guru tidak saja memberikan pendidikan umum, tetapi juga mengembangkan karakter, mental dan kepribadian siswa.

“Sekolah lima hari menjadikan siswa dan guru punya dua waktu salat berjamaah di sekolah yakni Zuhur dan Ashar. Saya berharap semua siswa ikut salat sambil mendapatkan bimbingan rohani dari guru agama dan guru BK,” tandasnya.

Dulohupa/Diskominfotik